SINOPSIS Goblin Episode 9 Bagian 2

SINOPSIS Goblin Episode 9 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN


Eun Tak terbangun di rumah sakit dan mendapati sekumpulan dokter di depannya. Salah seorang dokter memberitahunya bahwa dia hampir mati karena hipotermia dan pingsan hampir dua hari.

Eun Tak melihat kamar rawat VIP-nya dan langsung panik mengkhawatirkan biayanya. Tapi Dokter berkata kalau Ketua Chunwoo Group datang sendiri untuk mengurus administrasinya Eun Tak. Mereka penasaran apa sebenarnya hubungan Eun Tak dengan Chunwoo Group.

Dokter menyarankannya untuk tetap beristirahat dulu. Tapi Eun Tak malah membuat para dokter jadi bingung saat tiba-tiba meminta korek api pada mereka.

Eun Tak kembali ke resort ski dengan naik gondola. Di tengah jalan, dia menyalakan korek apinya dan meniupnya. Dia menutup mata sejenak, mengharapkan kehadiran Shin begitu dia membuka mata. Tapi Shin tidak muncul. Eun Tak mencoba sekali lagi, tapi Shin tetap tidak muncul.

Eun Tak sedih... tapi saat dia hampir tiba di pemberhentian, di sanalah dia akhirnya melihat Shin sedang menunggunya. Senyum Eun Tak kembali merekah seketika. Mereka saling memandang sampai gondola itu berhenti dan Shin mengulurkan tangan padanya.

Tapi Eun Tak tak menyambut uluran tangannya. Dia malah memukuli dada Shin sambil menangis dan protes cemas, mengira Shin tidak akan muncul lagi di hadapannya.

"Aku sudah menunggu sedari tadi."

"Siapa suruh begitu? Seharusnya kau muncul saat aku meniup apinya. Seharusnya kau langsung mendatangiku. Seharusnya kau ada di hadapanku."

"Kupikir sebaiknya aku menunggu di sini dan menggenggam tanganmu."

"Lupakan saja." Kesal, Eun Tak langsung keluar meninggalkannya. Eun Tak termenung di luar saat tiba-tiba saja Shin memeluknya dari belakang. Aww...

Kekesalan Eun Tak seketika mereda. Dia lalu melepaskan pelukan Shin dan berkata bahwa sekarang yang dia lihat dari Shin hanyalah seorang pria biasa yang mengenakan pakaian mahal dan memiliki mata yang sangat cantik.

Karena itulah dia tidak akan bisa mencabut pedang Shin sekarang. Dia tetap tidak akan melakukannya walaupun Shin terus tersenyum. "Bagiku, sekarang kau sudah sangat tampan."


Shin langsung membelai kepala Eun Tak dengan penuh cinta.

Sunny kembali menemui dukun langganannya dan menceritakan ciri-ciri Wang Yeo. Dukun langsung menggoyang-goyang loncengnya lalu memberitahu Sunny kalau pria itu adalah Malaikat Maut.

Tapi Sunny sama sekali tak mempercayainya dan menuduh Dukun bicara seperti itu hanya karena dia butuh uang. Sunny langsung membanting selembar uang dan beranjak pergi.
Ah, tiba-tiba Sunny teringat pada Shin dan meminta Dukun untuk memberitahu siapa pria dengan ciri-ciri sebagai berikut: sangat tinggi, lebih tua dari Sunny dan wajahnya mirip salah satu jenis dinosaurus dan mendengar suaranya saja sudah membuat dunia ini terasa sekecil coffee shop.

Dukun menduga, "Gong Yoo?" hahahahahaha.

Sunny cuma mendesah dan pamit pergi. Tapi Dukun tiba-tiba bertanya apakah pria itu memberikan Sunny sebuah hadiah, sesuatu yang berkilau? Sunny kaget mendengarnya. Dukun menyarankannya untuk membuang benda itu, jangan menerima sesuatu yang tidak jelas pemilik aslinya.

"Siapa yang tahu apa yang tersimpan di dalamnya. Penyesalan, dosa dan beban pemilik aslinya mungkin ada di dalamnya."

Kembali ke cafenya, Sunny menatap cincin gioknya sembari bertanya-tanya penyesalan, dosa dan beban apa yang mungkin ada didalam cincin itu. Dia tidak melihat Wang Yeo di hadapannya karena Wang Yeo sedang memakai topinya.

Sunny lalu mengambil ponselnya sambil menggerutui 'Kim Woo Bin' yang lagi-lagi tidak bisa dihubungi. Kesal, dia memutuskan untuk mengsms Wang Yeo sekarang juga. Wang Yeo langsung panik. Parahnya lagi dia lupa pola kunci lockscreen-nya.

Sunny tanya dalam smsnya, apa Wang Yeo sedang sibuk. Sambil masih sibuk mengotak-atik kunci ponselnya, Wang Yeo mengiyakannya. Tapi tentu saja Sunny tidak mendengarnya dan mengira sms-nya diacuhin lagi.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Sunny di sms-nya.

"Sedang mencoba membuka kunci ponselku agar aku bisa mematikannya. Aku takut jadi kacau lagi" jawab Wang Yeo panik.

Tapi karena sudah salah beberapa kali, ponselnya akhirnya menyuruhnya untuk mencoba lagi setelah 1 menit. Sunny berpikir heran, kenapa Wang Yeo tidak menjawab sms-nya lagi.

Wang Yeo berkata karena dia merasa bersalah sudah menghapus ingatan Sunny. Dan alasan kedua... teringat dengan reaksinya saat melihat lukisan Ratu, Wang Yeo langsung meminta maaf dengan penuh penyesalan. "Aku merasa berselingkuh darimu. Maafkan aku. Aku juga bingung dengan diriku sendiri."


Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sms dari Sunny terkirim, yang mengatakan kalau dia merindukan Wang Yeo. Tak bisa membalas sms-nya, Wang Yeo menjawab sendiri "Aku juga (merindukanmu)."

Jelas saja Sunny langsung merinding ketakutan mendengar suara ringtone ponsel aneh lagi. Saking takutnya, dia langsung menyanyikan lagu gereja sebelum akhirnya meneriaki udara, mengira ada hantu sedang berusaha menakut-nakutinya. Wang Yeo ketawa geli melihatnya.

Shin menunggu Eun Tak di luar asramanya agar mereka bisa pulang bersama. Tapi Eun Tak keluar dengan tangan kosong dan menyatakan kalau dia mau tetap kerja karena tempat kerjanya ini memberi gaji besar saat libur Natal, mungkin dia akan tetap tinggal di sini sampai bulan Februari setelah semua salju mencair. Jadi Shin pulang sendiri saja.

Jelas Shin tidak mau itu terjadi dan langsung menelepon Kakek, menyuruh Kakek untuk memecat Eun Tak dengan menggunakan koneksi yang dia miliki. Jika tidak, Shin mengancam akan mencairkan semua salju di resort ski.


Sesaat kemudian, Shin pulang dengan membawa Eun Tak dan menggendong Tuan Jelly. Wang Yeo menyambut mereka di depan pintu. Eun Tak meminta maaf, dia pasti sudah membuat Wang Yeo cemas. Wang Yeo berkata Shin lah yang paling mencemaskan Eun Tak, dan Deok Hwa lah yang menemukannya dan Shin yang membawanya pulang kembali.

Eun Tak mengaku rasanya aneh karena sebelumnya dia tidak pernah punya tempat untuk pulang. "Tempat ini benar-benar terasa seperti rumah sekarang."

Karena sekarang Eun Tak sudah pulang, Wang Yeo menyuruh Shin ikut dengannya. Panik, Eun Tak langsung maju mengkonfrontasi Wang Yeo, "kau mau membawa Ahjussi-ku kemana?"

Shin langsung tersipu malu mendengar Eun Tak menyebutnya sebagai milik Eun Tak. Wang Yeo langsung protes, "aku bisa mendengarnya, dasar Goblin lebay!"

Eun Tak bingung. Shin mengisyaratkan Wang Yeo tutup mulut. Tapi Wang Yeo dengan santainya memberitahu Eun Tak kalau Shin bahagia banget karena Eun Tak menyebut Shin miliknya. Shin langsung kabur mengejar Wang Yeo.

Wang Yeo ternyata menyuruh Shin membantunya bekerja menulis laporan. Tapi Shin terus saja mengetuk-ngetukkan sol sepatunya tak sabaran dan berkata kalau pemilik restoran ayam itu cantik. Wang Yeo kaget, Shin sudah bertemu dengan Sunny? Shin tidka bilang macam-macam pada Sunny, kan? Shin tidak bilang kalau dia Malaikat Maut, kan?

"Kau saja memberitahu Eun Tak kalau mencabut pedangnya berarti membunuhku." jawab Shin dengan senyum manisnya.

Wang Yeo langsung panik setengah mati saat tiba-tiba saja seorang pria masuk sambil memegangi perutnya yang sudah kebelet dan minta izin numpang toilet. wkwkwk. Shin dan Wang Yeo langsung shock karena dia manusia yang belum mati.

Pria itu sudah tidak tahan lagi dan Shin pun buru-buru menunjuk toilet. Sepertinya manusia itu sudah begitu putus asa mencari toilet hingga membuat pria itu nekat membuka pintu ruangan ini.

Wang Yeo sungguh sulit mempercayainya. Shin mengulang ucapan Eun Tak, inilah yang disebut 'tekad manusia', kekuatan manusia untuk mengubah takdir mereka. Wang Yeo tetap tidak bisa menerimanya. Bagaimana dia harus melaporkan kedatangan manusia itu? Shin berusaha melarikan diri tapi Wang Yeo memerintahkannya duduk kembali.


Sunny sekarang pindah toko dan sedang mewawancarai beberapa orang yang melamar kerja. Tapi tak ada satupun yang cocok. Pelamar kerja ketiga datang tak lama kemudian. Sunny sudah mulai kesal sampai malas menatap wajah orang baru yang datang itu.

Tapi orang itu menarik perhatian Sunny dengan membanting pengumuman lamaran kerja-nya. Sunny menoleh dan langsung tersenyum lega melihat Eun Tak kembali. Mata mereka dipenuhi air mata, sama-sama senang dan lega melihat satu sama lain kembali.

Sama seperti dulu, Eun Tak menceritakan sejarah hidupnya dan Sunny pun langsung meminta Eun Tak bekerja hari ini juga. Tapi Sunny heran, dari mana Eun Tak mengetahui tempat ini. Eun Tak menjawab ambigu, tapi dia mengetahuinya dari teman-teman hantunya.

Saat sedang buang sampah di gang belakang, Eun Tak melihat dua orang anak remaja sedang membuli anak kecil. Anak kecil itu berusaha membela diri dengan menirukan superhero.

Si anak remaja meremehkannya dan hendak memukulnya. Tapi Eun Tak langsung membentak mereka, kedua anak remaja itu pun kabur. Eun Tak mendekati anak itu dan meyakinkannya bahwa suatu hari nanti dia akan bisa memakai kekuatan supernya.

Setelah mondar-mandir galau, Eun Tak akhirnya membuka situs Universitas Yeonhui dan mendapati namanya masuk Jurusan Komunikasi Massa. Eun Tak langsung gulung-gulung di kasur saking senangnya.


Mengetahui Eun Tak ada di depan pintunya, Shin menyemprot parfum yang tadinya dia rampas dari Eun Tak dan bergaya baca buku sebelum Eun Tak membuka pintunya. Tadinya Eun Tak hendak merencanakan biaya kuliahnya. Tapi dia diberitahu kalau biaya kuliahnya sudah dibayari oleh seseorang bernama Kim Shin.

Eun Tak akhirnya masuk untuk menanyakan masalah itu. Shin pura-pura menggerutui dan mengklaim kalau dia sudah minta namanya dirahasiakan. Saat Eun Tak tak mempercayainya, Shin mengalihkan topik dengan menyodorkan tas itu dan bertanya-tanya apakah tidak masalah menghadiahkan tas ini.

Jelas tidak masalah, Eun Tak bahkan langsung menerima tas yang sudah sangat dirindukannya itu dengan sangat antusias. Dia langsung membuka tasnya, mengharapkan parfum dan uang 5 juta won di dalamnya. Tapi mendapati cuma ada parfum di dalamnya.

Shin berkata kalau uang itu sudah dia pakai untuk membayar biaya kuliahnya Eun Tak dan menegaskan kalau uang itu adalah pinjaman. Eun Tak tak percaya mendengarnya. Dulu Shin bilang kalau uang itu hadiah, sekarang malah jadi pinjaman. Bagaimana bisa hati manusia berubah seperti itu?

"Hanya kau yang benar-benar manusia di sini. Totalnya lima juta lebih dua ribu. Bayar per bulan selama 80 tahun. Jangan melewatkan satu bulan pun. Kau tidak boleh membayarnya lebih cepat"


Eun Tak senang mendengarnya. Baiklah kalau itu yang Shin inginkan. Dia sudah memutuskan dan mengedipkan mata, ayo kencan. Shin langsung menyetujuinya dengan kedipan mata pula.


Mereka kencan makan es krim. Eun Tak mengatainya bodoh, daripada membawa laporan nilainya, seharusnya Shin membujuknya dengan membawa tas ini saja ke resort ski. Shin awalnya juga ingin begitu, tapi dilarang sama Wang Yeo.

"Berterimakasihlah padanya. Dia sudah menyelamatkan nyawamu. Jika tidak aku pasti sudah mencabut pedangnya." ujar Eun Tak sambil memakan es krimnya Shin. Tapi dia penasaran, adakah cinta di dalam tas itu. Shin menyuruhnya mencari sendiri saja, dia sudah berusaha memasukkan cintanya kedalam tas itu.

Sepertinya Kakek ingin memberikan hadiah untuk Eun Tak. Sekretaris Kim memberikan laporan daftar hadiah yang disukai para gadis muda. Kakek membaca laporannya dan mendapati nama boyband BTS. Kakek bingung, apa yang dilakukan boyband ini?

Sekretaris Kim langsung joget-joget menyanyikan lagu BTS 'Boy in Luv'. Kakek mengerti, mereka mengguncang hati wanita. Daftar kedua adalah EXO, apa ini sejenis minuman keras? Sekretaris Kim langsung joget-joget menyanyikan lagu 'Growl'. Kakek tertawa mendengarnya tapi dia memutuskan untuk memilih hadiah nomor 3 saja: Kamera digital.



Tak lama kemudian, Deok Hwa membawa kamera itu ke rumah Shin disertai ucapan selamat dari Kakek. Dia sedang asyik selfie saat Eun Tak tiba-tiba muncul di belakangnya. Dia memberitahu kalau ini hadiah dari Kakek. Eun Tak terharu langsung minta kameranya sekarang juga. Deok Hwa menolak, jadilah mereka kejar-kejaran.

Sementara Shin dan Wang Yeo hanya menatap mereka sambil bersulang. Teringat akan manusia yang menerobos masuk ke ruang teh-nya Wang Yeo, Shin berpikir itu adalah variabel tak terduga dalam rencana Yang Maha Kuasa.

Karena itulah dia ingin mencari kemungkinan adanya variabel tak terduga itu dengan keputusasaan yang luar biasa untuk mencari pintu yang akan mengubah rencana Yang Maha Kuasa.

Entah berapa lama waktu yang dia butuhkan, yang pasti sekarang dia sudah memutuskan untuk tinggal di sisi Eun Tak. Wang Yeo hanya berharap pintu itu bukan pintu ruang tehnya.

Deok Hwa muncul saat itu dan langsung memotret mereka berdua. Eun Tak langsung nyempil diantara mereka. Deok Hwa maunya memotret kedua sejoli itu saja, tapi Wang Yeo menolak pergi. Jadilah mereka foto bertiga dengan senyum penuh kebahagiaan.


Tapi ada yang perlu Wang Yeo tanyakan pada Eun Tak lagi. Tentang kencan pastinya. Malam harinya, Wang Yeo jalan-jalan bersama Sunny sambil mengingat semua nasehat Eun Tak. Bergerak cepat, tersenyum saat Sunny bicara dan jauhkan Sunny dari mobil yang melintas.

Dia berusaha melakukannya, tapi ujung-ujungnya malah mondar-mandir menghalangi jalannya Sunny dan membuat Sunny kebingungan. Sunny bertanya apa sebenarnya yang ingin Wang Yeo katakan.

"Aku tidak punya agama." ujar Wang Yeo sambil menampilkan senyumannya. Sunny sampai heran sendiri, dia butuh waktu selama ini hanya untuk mengatakan itu? Dan kenapa juga Wang Yeo senyam-senyum gaje sedari tadi? Apa ada yang salah dengan riasannya?

Wang Yeo langsung sedih, "apa kau tidak merasa aku imut?"

Sunny merinding mendengarnya. Entah kenapa dia merasa seperti deja vu, sepertinya dia pernah mengalami kejadian seperti ini.


Shin mengantarkan Eun Tak ke tempat kerjanya. Di sana, mereka melihat Wang Yeo ada di dalam bersama Sunny. Eun Tak berkata kalau pendapatan terbesar restoran ini dari Wang Yeo, tidak seperti seseorang (Shin).

Shin mengklaim kalau dia sanggup membeli seisi toko. Tapi Eun Tak tak percaya, goblin kan takut darah ayam. Shin menyangkal, bukan takut cuma menjauh saja. Ah, apa Shin memberinya pekerjaan di toko ayam untuk menjauhkannya?


Kesal, Eun Tak langsung mengatai Shin pengecut. Shin tak terima, baru pertama kali ini dia disebut pengecut. Bertekad menunjukkan keberaniannya, Shin pun langsung masuk kedalam restoran.


Jadilah keempat orang itu duduk berhadapan. Sementara Sunny dan Shin pelotot-pelototan, Wang Yeo memprotes Eun Tak (via komunikasi mata) karena membawa Shin kemari. Sama-sama tak senang satu sama lain, Shin dan Sunny mulai saling sindir-menyindir sengit. Tak tahan lagi, Eun Tak berusaha mengusir kedua pria itu. Tapi keduanya menolak tegas.

Saat Sunny dan Eun Tak sibuk melayani pelanggan, Wang Yeo menyibukkan diri mengerjakan soal. Dia lalu meminta tambah bir, tapi dia keceplosan menyebut Sunny dengan nama aslinya Kim Sun.

Shin dan Sunny sama-sama kaget mendengarnya. Sunny langsung membawa Wang Yeo keluar untuk mengkonfrontasinya, dari mana Wang Yeo tahu nama aslinya. Saat itulah Wang Yeo baru ingat kalau dia sudah menghapus ingatan Sunny malam itu.


Dia berusaha mengklaim kalau dia memanggil Kim Sunny dan melarikan diri. Tapi Sunny belum selesai bicara dan mencegah Wang Yeo pergi dengan menggenggam tangannya. Wang Yeo langsung membeku.

Saat dia menoleh dan melihat cincin giok di jari Sunny, seketika itu pula dia melihat kilasan Ratu Goryeo saat dia mati bersimbah darah. Dia melihat saat Raja membongkar sebuah peti milik Ratu dan menemukan cincin giok itu di dalamnya.

Entah apa arti cincin itu karena Raja begitu marah saat menemukannya dan memaksa memakaikan cincin itu di jari Ratu. Wang Yeo melihat saat Ratu di sebuah tandu dan terkejut melihat seseorang.

Wang Yeo teringat saat dia melihat lukisan Ratu dan berpikir "Sesuatu yang salah telah terjadi. Kurasa ini semua bermula darimu"



Wang Yeo shock, tidak mengerti kenapa. Sunny kebingungan melihat reaksinya,
sementara Shin terus menatap mereka dari kejauhan. Ia memperhatikan genggaman tangan mereka serta reaksi terkejut Wang Yeo.

16 Responses to "SINOPSIS Goblin Episode 9 Bagian 2"

  1. Replies
    1. Duh ga sabar nunggu kelanjutan y.makasih dan selamat tahun baru🎉🎉🎉

      Delete
  2. admin solomon perjury part 2 jadi anak bawang lama bgt :(

    ReplyDelete
  3. Ending@ bkin greget.....😑😑😑

    ReplyDelete
  4. Netter spekulasinya kereennn :v kadang bisa beneran kejadian di, filmnya

    ReplyDelete
  5. Saya udah nebak kalo wang yeo itu raja goreyo.dari kata nya kim shin hnya orng yg pnya salah bsr yg bisa jdi grim reaper.mngkin kesalahan raja goreyo itu yg ngebuat dia jdi grim reaper,mngkin jga ini rencana nya dewi kelahiran buat nemuin mereka di kehidupan yg sama.dn juga nama grim reaper tu wang yeo kan klo di dinasti goreyo nma wang digunakan utk raja dan para pangeran kan klo ndak salah sih yaaa. Oh ya mbak puji ttp semangat ya nulisnya fighting

    ReplyDelete
  6. Keren... Ditunggu kelanjutan.a.. Gomawo kakak... Semangat dan selamat tahun baru... 🎊🎉👏🙌😘

    ReplyDelete
  7. Gak sabarrr tunggu kelanjutan nya..😁😁😁😁

    ReplyDelete
  8. Happy ending kalau terkaan aku kalau kita lihat pas goblin ngobrol sama grim reaper soal orang biasa aja bisa masuk kekedai teh wang yeo. Kali aja bener rencana dewa bisa berubah.

    ReplyDelete
  9. Wiih,, walaupun suasana thn baru tapi tetap posting, daebak... btw, weightlifting fairy kim bok joo ep 14, minggu ini ngga tayang ya?

    ReplyDelete
  10. Makasih kak... Aku suka bacanya. Semangat terus ya kak demi gong yoo ahjussi rasa oppa wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajussi rasa oppa.ini mesti gr2 nnton guerila date ent weekly eps gong yoo y?

      Delete
  11. Thanks kk yg cantik 😄😘😘😘. Makin cinta sama dramanya. Aku sudah kena virus GLOBIN😊😊😊😊😊😊😉😉

    ReplyDelete
  12. Tq buat sonopsisnya sista...makin geregetan neeh jdinya...��

    ReplyDelete
  13. Ga sabar ep selanjutnya...

    Gumawo unnie" ^^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^