SINOPSIS The Legend of The Blue Sea Episode 7 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of The Blue Sea Episode 7 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Dam Ryung berjalan melewati bebukitan, ia berniat pergi dari sana namun matanya melihat ada tubuh seseorang yang berada dijurang tak sadarkan diri. Setelah diperhatikan lekat – lekat, ia baru sadar kalau orang yang tergeletak itu adalah temannya.


Putri Duyung Se Hwa menantikan kedatangan Dam Ryung. Sebuah cahara obor menghampirinya, ia pun menoleh dengan penuh harap. Namun nyatanya orang yang datang bukanlah Dam Ryung melainkan gerombolan orang jahat.

Dam Ryung sibuk membawa temannya ke seorang tabib. Lukanya cukup parah, Tabib mengatakan kalau teman Dam Ryung mungkin tidak akan bisa menahan krisis ini. Ia menduga bahwa sekelompok orang telah memukulinya setelah teman Dam Ryung terjatuh dari tebing.

“Sepertinya temanku secara rahasia menyembunyikan kekasihku dan terjatuh saat kembali.”


Keesokan paginya, Bangsawan Yang memohon maaf atas keributan yang dilakukan oleh istrinya. Istrinya semata melakukan hal itu karena khawatir akan pertanda buruk yang mungkin akan masuk kedalam pemerintahan. Mungkin dia sampai kehilangan akal karena mengkhawatirkan hal tersebut.

“Ya.” Singkat Dam Ryung malas.

Setelah ditemukannya mayat dipinggir pantai telah membuat rakyat menjadi panik. Ia sekali lagi meminta maaf atas perbuatan istrinya.

Dam Ryung meraih jeruk yang disuguhkan oleh Bangsawan Yang, ia mengira kalau buah ini adalah buah yang langka dan berharga. Bangsawan Yang membenarkan, meskipun posisinya rendah tapi dia cukup tahu akan makanan enak.

“Begitukah? Jadi hanya penginapan ini kau bisa makan buah jenis ini di desa ini, bukan?”

“Tentu saja. Harganya.. sungguh luar biasa.” Ujar Bangsawan Yang bangga.


Tapi Dam Ryung menemukan buah ini ditempat penyelidikan mayat yang ditemukan di pantai. Dam Ryung menduga dihari sebelum kematian pria itu, dia bertemu dengan Bangsawan Yang. Bangsawan Yang menyuguhnya dengan minuman berseta buah jeruk ini.

Pria itu meninggal akibat alkohol yang beracun dan dibuang ke bibir pantai. Racunnya memang tidak ditemukan saat pengidentifikasian. Dihari pertama penyelidikan, terjadi hujan salju sehingga air dan mayat membeku. Tapi setelah mayat tidak membeku lagi, racunnya bisa terdeteksi.


Bangsawan Yang bersikap seperti manusia bodoh yang tak tahu apa – apa. Dam Ryung menggebrak mejanya dengan marah.

Bertepatan saat itu pula, pengawalnya datang dan melaporkan bahwa mereka menemukan racun yang tersimpan di kamar Bangsawan Yang. Bangsawan Yang masih berlagak tidak bersalah dan mengatakan bahwa semua ini hanyalah jebakan.


Semua penghuni di kediaman Bangsawan Yang dipaksa keluar. Hong Ran masih terus memberontak sampai akhirnya Dam Ryung meletakkan pedangnya tepat di leher Hong Ran. Jika Se Hwa selamat maka ia akan membiarkan Hong Ran hidup.

“Siapa itu? Aku tidak mengenalnya.”

“Kalau kau tidak tahu maka kau akan mati. Kalau aku tak bisa menemukan Se Hwa maka kau akan mati ditempat ini.” Ucap Dam Ryung dengan suara bergetar marah.



Akhirnya Dam Ryung bisa menemukan Se Hwa yang tertidur lemas didekat tumpukan jerami dengan tubuh penuh luka dan tangan terikat. Dam Ryung semakin geram melihat tumpukan mutiara yang berada disamping Se Hwa.

Hong Ran berteriak mengatakan pada warga yang berkumpul menyaksikan kejadian ini. Walikota sudah diperdaya oleh benda cerdik dan mencoba menghancurkan desa. Dia mencoba menyelamatkan Putri Duyung yang menyebabkan badai dan membuat orang meninggal!

“Coba saja keluar satu langkah dari sana! Kau pikir mata dan mulut mereka akan tetap diam?” ancam Hong Ran pada Dam Ryung.


Dengan dingin, Dam Ryung memungut tumpukan mutiara dan menyebarnya dihadapan semua orang. Orang – orang itu langsung lupa dengan perkataan Hong Ran dan memunguti mutiara yang bertebaran di tanah dengan rakusnya.


Dam Ryung mengusap wajah Se Hwa yang menangis dalam ketidak-sadarannya “Maafkan aku, aku datang terlambat.”

Ia pun membopong Se Hwa keluar gudang jerami tanpa ada yang memperhatikannya, mereka masih sibuk memungut mutiara.

Dam Ryung membawa Se Hwa ke tepi pantai, bukankah Se Hwa biasanya suka mendengarkan kisah dalam mimpinya? Apa dia dengar?

Se Hwa tergolek lemah dibopongan Dam Ryung.

“Dalam mimpiku, kita terlahir kembali. Kita bertemu lagi kemudian bersama – sama. Kau datang dari lautan yang jauh untuk menemuiku. Meskipun aku tidak mengingatnya, kau sudah berada dalam hatiku. Se Hwa, maukah kau mendengar lebih banyak ceritaku?”


Saat terjatuh di salju, Joon Jae mengatakan bahwa ia ingin mengkonfirmasi sesuatu. Bisakah.. dia mengatakan sebuah kata – kata?

“Kata – kata apa?”

“Aku mencintaimu.” ucap Joon Jae.

Sontak Sim Chung bahagia karena Joon Jae menjadi miliknya sekarang. Apa dia sudah menyerah? Apa dia kalah? Padahal Chung sudah berencana untuk menyerah duluan saat salju pertama turun. Dia tidak menyangka kalau Joon Jae akan menyerah lebih dulu “Jadi sekarang kau milikku, bukan? Apapun yang aku katakan, kau akan mempercayainya kan?”

Joon Jae tak mengerti apa yang Chung maksud.

Chung pun mengingat kembali ucapan Joon Jae di spanyol saat dia bertanya masalah cinta. Katanya kalau seseorang mengatakan cinta duluan artinya dia menyerah dan kalah. Orang yang jatuh cinta itu akan mempercayai apapun yang dikatakan oleh pasangannya.


“Ha.. siapa yang akan mengatakan omong kosong semacam itu?” tanya Joon Jae mengejek.

“Ada seseorang. Orang yang baik.”

“Siapa? Pria?”

“Ya, dia seorang pria.”

Joon Jae makin menyepelekannya, dia yakin kalau pria itu sudah gila. Dia pasti seorang yang tipe suka main wanita. Chung tidak seharusnya bergaul dengan berandalan semacam itu. Apa dia begitu baik padanya?

Ya. Chung mengaku kalau pria itu memayunginya ketika hujan dan menggenggam tangannya ketika dirinya kesepian. Dia juga membuatkan ramen.

Wah.. Joon Jae makin yakin kalau pria itu pasti punya hati yang buruk.

“Dia orang baik.” Sangkal Chung.

“Kalau dia orang yang baik, seharusnya kau bersamanya bukan bersamaku.”


Dan Joon Jae ingin membuat semuanya jelas, maksud dari “Aku mencintamu” yang ia katakan barusan bukan dalam artian yang sebenarnya. Dia kan tadinya menyuruh Chung untuk mengatakan hal itu. Joon Jae menekankan bahwa dia hanya ingin mengkonfirmasi sesuatu.

“Aku mencintaimu.” Ujar Sim Chung enteng.

Sontak Joon Jae tertegun untuk beberapa saat. Chung menawarkan untuk mengulang apa yang ia katakan barusan. Joon Jae menolak dan menyuruhnya untuk tidak mengatakan hal itu lagi.

Sepulangnya dari tempat ski, Nam Doo bertanya mereka berdua habis dari mana?

“Resort ski.”

“Jadi kalian habis berkencan?”

Kencan apaan, Joon Jae mengajak Chung pergi karena dia terus merengek tentang salju makanya dia membawanya kesana.

“Itu namanya kencan. Bukan begitu Tae Oh?” Nam Doo menyenggol Tae Oh.

Bukannya menjawab, Tae Oh malah bangkit dari tempat duduknya dengan cemberut sembari menatap Joon Jae tajam.

“Anak ini selalu menatap orang seperti itu akhir- akhir ini.” Rutuk Joon Jae.

Nam Doo menawarkan jeruk pada Joon Jae namun Joon Jae menolaknya. Ia pun kemudian memberikan jeruknya pada Chung dan bertanya apakah Chung dan Joon Jae bertengkar? Dia tampaknya tidak dalam mood baik.

Chung yang tidak peka pun sama sekali tak menyadarinya, ia sibuk mengupas jeruk dan memakannya tanpa perduli.


Malam harinya, Joon Jae tidak bisa tidur memikirkan sesuatu. Dia menyuruh Chung untuk turun dari kamarnya, ia mengaku tengah memikirkan hal tidak penting sampai tak bisa tidur. Saat Chung membuka lotengnya, jantung Joon Jae langsung berdebar hebat melihat wajah Chung.

Dengan hati – hati Joon Jae bertanya “Apa kau masih bertemu dengannya?”

“Siapa?”

“Siapa lagi.. yang sebelumnya.. Si Ramen. Apa kau masih bertemu dengannya?”

“Ya.”

Joon Jae agak kecewa sih mendengarnya, dia kemudian mempertanyakan penampilan pria yang dibicarakan Chung itu.

Chung memperhatikan Joon Jae “Dia cantik. Matanya bercahaya.”

Nah itu.. Joon Jae yakin kalau pria itu berpenampilan seperti wanita. Pria yang punya wajah baik seperti itu biasanya punya hati yang buruk. Joon Jae terdiam sejenak “Kau.. kau juga mengatakan itu padanya? Kata – kata yang kau katakan di resort ski barusan.”


Aku mencintaimu? Chung mengingat kembali pertemuan mereka di Spanyol, dia pernah mengatakan hal itu pada pria itu. Joon Jae semakin kesal saja, memangnya dia mengatakan hal semacam itu pada semua orang?

“Aku tak mengatakan kata – kata itu pada semua orang.” Bantah Chung.

Joon Jae makin sebal karena Chung meninggikan nada suaranya. Dia menyuruhnya untuk kembali ke kamarnya, siapa yang menyuruhnya untuk turun?


Chung tanpa membantah pun naik kembali ke kamarnya. Meskipun sebenarnya bete, tapi Joon Jae bilang kalau hal ini cukup bagus juga. Sebelumnya dia merasa terbebani karena merasa Chung punya perasaan padanya. Semoga Chung berhasil bersamanya.

“Aku akan melakukannya. Aku akan berusaha supaya semua berjalan baik dengannya.”

Joon Jae makin dongkol “Bagus kalau begitu! Pasti menyenangkan! Semoga berhasil! Cepat dan kembalilah kekamarmu!”

Saat Chung sudah kembali ke kamarnya, Joon Jae gelojotan sebal sendiri. Kalau dia memang ingin semua berjalan baik dengan pria itu lalu kenapa dia disini? Ash.. wanita yang konyol. Menyebalkan!

Disebuah jalan sepi, sebuah mobil melaju dengan berkelak – kelok aneh. Karena lajunya yang tidak stabil, mobil tersebut akhirnya menabrak tepian jalan.

Tengah malam, Joon Jae bermimpi tentang dirinya yang berada dijaman joseon. Ia mencari – cari Se Hwa tapi tak menemukannya, ia malah menemukan tubuh temannya yang tergeletak di jurang.


Joon Jae terbangun dari tidurnya, ia tak mengetahui makna dari mimpinya tersebut. Dia ingat dengan wajah temannya dalam mimpi, wajah temannya itu mirip dengan Manager Nam.

Ia pun langsung menghubunginya.


Manager Nam berada dalam mobil yang kecelakaan dan tak sadarkan diri. Dae Young pelaku yang sudah membuat Manager Nam kecelakaan. Ia melihat ponsel Manager Nam bergetar, ia pun langsung memutuskan sambungannya.

e)(o

2 Responses to "SINOPSIS The Legend of The Blue Sea Episode 7 Bagian 1"

  1. ngakak bner pas joonjae ngomongin kgk sdar klo yg diomonginnya diri sendiri😁😁😁
    lanjuuut

    ReplyDelete
  2. Akhirnya terjawab juga manager Nam reinkarnasi teman Dan Ryong,di jaman Joseon Manager Nam sekarat dan koma di masa sekarang juga sama tapi pliss jgn mati nanti siapa yg akan melindungi Joon jae dan ayahnya.πŸ˜‚
    Fighting buat sinopsisnya i Like'itπŸ˜‰

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR