SINOPSIS Goblin Episode 11 Bagian 1

SINOPSIS Goblin Episode 11 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN

Setelah memastikan bahwa Sunny adalah reinkarnasi adik Shin, Shin dan Wang Yeo datang ke restoran. Shin menatapnya penuh kerinduan, ia memanggilnya “Sun” dan segera memeluknya. Sunny kebingungan menerima perlakuan Shin yang tiba-tiba jadi begitu. Dia menunjuk pada Wang Yeo yang diam saja melihat dia dipeluk pria lain.


Wang Yeo akhirnya melepaskan pelukan Shin dari Sunny. Dia melarang Shin melakukan skinship lagipula –kan belum jelas juga kalau dia memang adinya. Ia mengatakan pada Sunny jika ceritanya panjang. Sunny heran cerita panjang apa yang ia miliki dengan Oraboni ini?

“Ya. Aku memang Orabi-mu. Aku merindukanmu, Sun-ah.” Sela Shin.

Sunny menegaskan bahwa namanya adalah Sunny bukan Sun. Dan yang ia heran, kenapa juga Wang Yeo masih berteman dengan orang aneh ini setelah memanggilnya telur dadar?


Wang Yeo berkata bahwa Shin adalah kakak dikehidupan masa lalu Sunny. Shin langsung maju menjelaskan, di jaman Goryeo, Sun adalah seorang Ratu dan dirinya adalah seorang Panglima. Apakah dia ingat?

Yang Sunny ingat malah utang Shin sebanyak 5000 won untuk membeli kentang manis. Dia pun mengusir dua orang yang dianggapnya aneh itu. Kehidupan masa lalu? Ratu? Yang benar saja.

Eun Tak akhirnya sampai ke restoran. Ia keheranan melihat ada mereka berdua disana. Sunny dengan kesal masuk ke dapur. Wang Yeo dan Shin berniat mengikutinya tapi Eun Tak menahan Shin. Ia meminta penjelasan dengan apa yang tengah terjadi.


Sesampainya di rumah, Eun Tak ingin membuat kesepakatan dan berbagi informasi dengan Wang Yeo. Dia bertanya hubungan apa yang terjalin antara Shin dan Bos –nya? Apakah mantan pacar? Tapi sepertinya bukan.. kalau mereka mantan pacar pasti Wang Yeo sudah membuat awal gelap di rumah.

Wang Yeo menjawab singkat, dia memang bukan mantan pacarnya. Dan pertanyaan Wang Yeo...

Rahasia. Sela Eun Tak tanpa mendengarkan pertanyaan Wang Yeo. Wang Yeo keheranan, dia kan sudah mengatakan apa yang ia ketahui tapi kenapa Eun Tak merahasiakan sesuatu darinya. Eun Tak dengan girang mengatakan “Karena aku setia kawan.”

Hehehe. Wang Yeo pun cuma bisa cemberut menatap Eun Tak.


Shin berusaha untuk membuat Sunny ingat dengan masalalunya. Dia membawakan buah persik kesukaannya, sepatu tradisional goryeo dan kain dengan warna kesukaan Sun. Sunny menolak dengan tegasnya, dia tidak suka buah persik, dia tidak biasa pakai sepatu tradisional dan warna itu bukanlah warna kesukaannya. Sunny menyindirnya supaya pergi kalau tidak ingin beli ayam, restorannya laris dan hanya meja yang digunakan Shin saja yang kosong.

“Itu karena aku disini. Aku dewa keberuntungan.” Ucap Shin membuat Sunny semakin aneh dengannya.

Eun Tak baru datang setelah mengirimkan pesanan. Dia kesal, Shin masih tinggal disini rupanya? Shin menatap Sun dan berkata bahwa ia akan segera pulang. Dia mengingatkan Eun Tak untuk cepat pulang juga.

Selepas kepergian Shin, Sunny menyarankan supaya Eun Tak pacaran dengan pria lain saja. Memangnya harus dengan dia apa? Katakan padanya lebih baik datang dengan tangan kosong dan membeli ayam direstoran. Eun Tak tersenyum canggung, dia juga tidak tahu kenapa Shin begitu.

Eun Tak curhat pada Deok Hwa kalau dia menjadi tidak enak pada bos-nya karena Shin membuatnya merasa terganggung. Dia membuat Bos berfikir yang tidak-tidak. Dia juga kasihan dengan Paman Pencabut Nyawa. Deok Hwa sibuk membereskan selimut mengatakan bahwa sebenarnya Bos Eun Tak adalah adik samchoon dikehidupan masalalu.

“Kehidupan masa lalu? Tidak mungkin. Tapi, kau tahu itu darimana?”

Deok Hwa memberitahukan sebuah rahasia jika Pencabut Nyawa bisa melihat masa lalu orang ketika bersentuhan dengannya. Eun Tak ingat kejadian di restoran saat Sunny menahan tangan Wang Yeo, “Ah.. Daebak!”


Shin kembali menemui Wang Yeo untuk kembali memastikan jika Sunny adalah adiknya. Apa dia berhasil melihat masa lalunya lagi? Tidak, Wang Yeo tidak melihatnya karena Sunny menyuruhnya menganggap jika ia telah mencampakkannya. Jangan terlalu marah padanya, dia tidak mengingat masalalunya.

Justru itu, meskipun dia adalah Sun dikehidupan masalalunya tapi sekarang dia bukan apa-apa bagi Sun. Ia ingin tahu apakah dirinya harus membiarkan masalalu menjadi masalalu saja. Dulu dia gadis yang elegan tapi sekarang berubah drastis.

Wang Yeo tidak terima, memang apa salahnya dengan kepribadian Sunny sekarang? Memangnya dia berharap kalau Sunny bukanlah adiknya?


Shin jadi kesal, kenapa Wang Yeo marah-marah? Bukankah mereka berdua sudah putus? Ia memperingatkan supaya Wang Yeo tidak berniat mengencani Sunny lagi.  Beraninya Pencabut Nyawa mengencani adiknya apalagi adiknya adalah manusia.

Wang Yeo lebih setuju dengan ucapan Shin sebelumnya, lebih baik membiarkan masalalu menjadi masalalu. Shin memperingatkan, selama dia masih hidup, ia tidak akan membiarkan Yeo mendekati adiknya.

Sunny penasaran dengan apa yang dikatakan Shin dan Wang Yeo. Ia bertanya pada Eun Tak mempercayai adanya kehidupan sebelumnya?

Eun Tak percaya, dia ingat dengan peribahasa bahwa kehidupan dibagi menjadi empat tahap. Tahap menanam benih, menyiram benih, tahap kehidupan masa paneh dan tahap memanfaatkan hasil panen. Eun Tak percaya adanya kehidupan masa lalu dan masa yang akan datang.


Eun Tak teringat akan pembicaraan Shin dan Wang Yeo yang tidak sengaja ia dengar. Tentang perang terakhir Shin dan kembali melupakan ke kerajaan. Ia mengabaikan kekhawatiran Raja muda dan perintah Raja sebelumnya untuk melindungi Yeo. Terlebih adiknya sendiri, malah berusaha melindungi orang bodoh sepertinya.

“Orang yang bernama Kim Sun itu orang yang sangat berani dalam menghadapi cinta.” Ucap Eun Tak.

Sunny terdiam mendengar ucapan Eun Tak, banyak sekali pertanyaan yang mengganjal dalam pikirannya dan mengajak Eun Tak menemui pria yang mengaku sebagai kakaknya.

Shin dan Wang Yeo menyambut kedatangan Sunny. Apa mereka tinggal berdua? Shin segera menarik Eun Tak dan mengatakan bahwa mereka tinggal bertiga. Eun Tak menegur mereka supaya mempersilahkan Sunny duduk. Sunny rasa sepertinya ada banyak wine disini, tapi dia ingin minum soju.

“Kami cuma minum bir disini.” Ucap Wang Yeo.

“Aku belum bilang kalau kau sudah boleh bicara denganku.”

Shin berdecak melihat kelakuan Sunny yang berbeda total dengan Sun. Sontak Wang Yeo dan Eun Tak mendelik ke arahnya. Sunny mengatakan alasan kedatangannya untuk meminta bukti kalau dia memang adik Shin di masa lalu.


Shin menunjukkan gulungan lukisan Sun. Sunny sempat mengejek darimana ia mendapatkannya? Insa –dong? Apa orang ini si Ratu itu? Adikmu?

“Apa kau mengingat sesuatu?” tanya Shin penuh harap.

Sunny merasa Sun itu cantik dan muda. Saat ia seusianya, dia sangat jelek. Apa yang terjadi pada Ratu ini? Apa kehidupannya berakhir bahagia?

Shin tidak bisa menjawab. Eun Tak pun menggenggam tangannya menguatkan, ia dan Wang Yeo permisi pergi. Ia membiarkan mereka berbicara berdua.

“Apa dia sengsara?”

Shin bilang kalau ia jarang bertemu dengan adiknya, ia hanya bertukar kabar melalui surat. Membaca surat yang dikirimkan padanya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Shin. Membuatnya semangat bertahan hidup dan berjuang.

FLASHBACK

Raja Yeo sedang berlatih memanah dan sepertinya kemampuan Raja tidak begitu bagus. Selama itupula, dia sering mendapatkan kabar bahwa Shin memenangkan peperangan di banyak tempat. Kabar kemenangan Shin terus berdatangan dan membuat Raja tidak suka. Apalagi kasimnya mengompori dia, dia mengatakan bahwa Shin sengaja menyebarkan rumor kemenangannya.

Para warga semakin memuja Kim Shin dan kemiliteran meremehkan istana. Ia menyarankan supaya Raja Yeo tidak memberikan pujian tapi katakan saja kalau dia khawatir dengan kondisi kesehatan Ratu Kim Sun karena reputasi kerajaan semakin turun.

Padahal nyatanya Ratu Kim Sun baik-baik saja. Ia malah memperhatikan Raja Yeo memanah, ia kecewa saat Raja tidak berhasil mengenai sasaran. Raja sepertinya tidak pandai dalam memanah.

Ratu Kim Sun selalu melihat Raja dari kejauhan. Dia membaca buku tapi selama itupula tidak pernah mengganti bukunya. Dayang Ratu berkata mungkin Raja juga tidak pandai dalam belajar. Ratu Kim Sun tidak sependapat, dia pasti sedang gelisah.

Ya. Raja memang sedang gelisah. Ia memikirkan tentang rasa cintanya pada Sun. Pertemuan mereka malam itu membuatnya semakin jatuh cinta pada Sun.

Tapi Kasim menyuruhnya untuk tidak boleh mengandalkan seseorang (Kim Sun) yang memegang hal rendahan (Kim Shin). Jika kau menggenggam erat karena hal itu berharga, maka hal rendahan sekaligus berharga itu, akan mati.

Raja datang ke kediaman Ratu. Dia menumpahkan tonik yang disedikan dayang untuknya, ia memperingatkan supaya jangan memberikan obat apapun pada Ratu dan Ratu tidak boleh meminum obat apapun yang diberikan padanya.

Ratu jelas sedih dengan sikap Raja. (Yakin kok Raja cuma takut Sun di racun, makanya dia bersikap begitu).


Shin kembali dari medan perang. Raja dengan panik menemui Ratu dan menyuruhnya untuk menentukan pilihan. Dia lebih memilih siapa yang harus mati, dia atau kakaknya?

“Yang Mulia.”

Raja langsung membuat kesimpulan sendiri, dia yakin kalau Sun tidak akan rugi jika salah satu dari mereka mati karena akan sama saja baginya. Kim Sun menangis dan mengatai Raja bodoh. Musuhnya yang sebenarnya adalah Park Joong Won.

Raja marah dan menyuruhnya kembali memilih, memilih hidup sebagai wanitanya atau mati sebagai adik pemberontak?

Dan pilihannya adalah mati sebagai adik pemberontak.
FLASHBACK END

Wang Yeo duduk didepan rumah dengan tampang sedih. Entah bisa mendengar pembicaraan mereka atau tidak.


Shin bilang adiknya memang tidak hidup panjang tapi dia yakin adiknya pernah merasakan kebahagiaan di dunia. Bahkan saat kematiannya, dia masih menatap pria bodoh itu. Sunny memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Ia bertanya bagaimana dengan Raja? Dia ingin mengetahui tampangnya, apakah dia tampan?

Untuk satu hal ini, Shin rasa keduanya konsisten satu sama lain. Sunny heran melihat tatapan Shin yang terlihat sedih, dia seperti mengingat semuanya. Shin tahu kalau Sunny tidak akan mempercayainya tapi dia sudah hidup dengan banyak kenangan.


Sunny masih tidak mau mengaku kalau dia percaya reinkarnasi, ia datang kemari untuk mengambil kain sutra dan sepatu-nya. Dia yakin Shin sedih karena tidak bisa memberikan pada adiknya. Sunny juga memintanya jangan bicara santai, dia hanya kakak adik di masa lalu. Saudara kandung saja kalau terpisah masih canggung.


“Jadi janganlah terlalu sedih.” Pungkas Sunny kemudian pamit. Ia mengedarkan pandangan kesekitar, kecewa Wang Yeo tidak mengantarnya sama sekali.

BAGIAN 2



3 Responses to "SINOPSIS Goblin Episode 11 Bagian 1"

  1. Makasih sinopsisnya.. cepet bgt... kalo baca sinopsis pasti di sini,kaya nonton langsung.. enak aja bacanya

    ReplyDelete
  2. Semangat kk buat nulis sinopsisnya :D

    ReplyDelete
  3. Eonni lnjut part 2 walaupn udh ntn krng komplit klo gk baca sinopsis nya eonni.fighting

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR