SINOPSIS Hwarang Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS Hwarang Episode 6 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2

Dipagi yang sunyi, Soo Ho terbangun dari tidurnya. Ketika matanya sudah terbuka, dia terbelalak kaget melihat Ban Ryu tidur di lengannya. Sontak ia bangkit marah-marah, bukankah seharusnya dia pergi dari kamarnya? Ban Ryu menolak, yang pergi dari kamar adalah yang kalah.

Bukannya melerai, Yeo Wool ikut mengompori keduanya “Kalian sepertinya tidak hanya tidur bersama. Isu kalau aku menyukai pria sudahlah cukup. Tapi aku melihat kalian saling menyentuh sepanjang malam.”

Kontan Ban Ryu emosi, ia mengambil pedang dan ingin menyelesaikan masalah dengan bertarung. Yeo Wool kegirangan karena dia paling suka menyaksikan perang dan api. Ia mempersilahkan keduanya untuk mulai berkelahi. Ban Ryu dan Soo Ho pun terlibat adu pedang.

Sampai akhirnya sebuah dadu melayang mengenai jidat mereka. Ji Dwi mengatakan jika mereka telah mengganggu tidurnya. Ban Ryu yang kesal pun menyerang Ji Dwi.

Di kamar sebelah, anak-anak jadi ngeri sendiri. Akhirnya pertarungan yang tidak akan terselesaikan akan di mulai di Ruma Hwarang.

“Apa maksudnya?” tanya Han Sung.

Salah seorang dari anggota kamar menjelaskan bahwa dua kubu yang saling berlawanan berada dalam satu kamar.  Putra Tuan Seub, Soo Ho yang pro dengan Ratu Ji So sedangkan Ban Ryu adalah anak tiri Park Young Shil.

Tidak lama kemudian, Han Sung sudah memegangi tag nama sambil tersenyum “Ini bukanlah kamar untuk yang berkedudukan tinggi melainkan kamar penuh masalah.”


Ban Ryu memojokkan Ji Dwi dan menekan lehernya menggunakan lengannya. Ia sangat membenci berada disini dengan semua anjing-anjing Ratu. Tapi yang paling dia benci adalah Sun Woo dan Ji Dwi. Ia semakin kuat menekan leher Ji Dwi sampai dia kesulitan bernafas.

Sun Woo bangkit dan menghantamnya. Ia memungut dadu di lantai. Ia -lah yang telah melemparkan dadunya bukan Ji Dwi. Ban Ryu semakin marah dan memukul Sun Woo namun Sun Woo dengan mudah menghindar dari pukulannya kemudian menindihnya.


“Kau pikir setengah bangsawan sepertimu bisa sebanding dengan kami? Meskipun Ratu yang mengirimkanmu, kau bukan bagian dari kami. Kau akan menjadi minyak dalam kumpulan air. Kau hanya akan berakhir di saluran pembuangan!” ejek Ban Ryu.

Sun Woo mengayunkan tangannya namun ia tidak sampai memukul Ban Ryu. Orang yang akan masuk ke saluran pembuangan adalah Ban Ryu, dia yang tidak pernah melakukan apapun sendirian.

Ban Ryu melepaskan diri dari himpitan Sun Woo dan meraih pedang. Ia berniat menyerang Sun Woo tapi Soo Ho menghalanginya. Soo Ho dan Ban Ryu kembai terlibat perkelahian. Sayangnya, saat sedang ribut berkelahi, penjaga rumah datang dan memelintir tangan mereka berdua.


Tidak lama berselang, mereka berkumpul di halaman dan Asisten Ui Hwa mengumumkan peraturan dalam rumah Hwarang. Bagi yang mendapatkan tiga kali peringatan akan dikeluarkan. Dilarang membuat keributan ataupun meninggalkan rumah Hwarang tanpa izin. Siapapun yang membuat kepercayaan antar anggota pecah akan di hukum.

Dia mempertegas jika dalam Rumah Hwarang tidak ada sistem keturunkan murni. Dan tidak ada budah sehingga mereka harus mengurus segalanya sendiri. Mereka diperbolehkan keluar dari rumah Hwarang selama 10 hari sekali.

Mereka semua pun mulai mencuci, Sun Woo senang karena pekerjaan mencucinya sudah selesai. Tapi dengan wajah polos, Ji Dwi melemparkan pakaiannya tanpa sepengetahuan Sun Woo. Sun Woo heran melihat masih ada baju kotor, ia melirik Ji Dwi dan berniat memukulnya.

Ji Dwi dengan wajah tanpa dosa menunjuk ke arah Penjaga Asrama yang tengah memperhatikan mereka. Walhasih, Sun Woo hanya bisa diam saja. Ia sengaja mengibaskan pakaian basah dihadapan Ji Dwi sehingga seluruh cipratan mengenai wajahnya.

Selain mencuci baju, mereka juga harus membersihkan kandang kuda.

Bangun pagi dan mandi bersama.

Pa Oh menemui Ji Dwi dan membantunya menjemur pakaian, ia ingin memarahi mereka karena memberikan pekerjaan pada Raja. Ji Dwi merasa di cukup pandai mencuci dan mempunyai bakat dalam mencuci.

“Kau punya bakat dalam hal lain. Bakat dalam memperpendek umurku.” Celetuk Pa Oh.

Ji Dwi cuma menatapnya sebal kemudian bertanya kabar wanita itu. Pa Oh heran, bagaimana bisa dia memikirkan wanita disaat seperti ini? Ji Dwi tidak sependapat, dia bukan hanya sekedar wanita tapi juga obat baginya. Lagipula untuk apa Pa Oh datang kesana? Dia bisa dihukum kalau ketahuan. Mungkin akan di turunkan jabatannya.

Pa Oh jadi khawatir celingukan sana sini saat Ji Dwi pergi.

A Ro meyakinkan pasiennya bahwa ia bisa melakukan akupuntur. 98 dari 100 pasien yang ia tangani berhasil.


“Lalu bagaimana dengan 2 sisanya?”
Yang satu buta dan satunya lagi lumpuh sebagian. Bukannya percaya, pasien A Ro semakin bergidig ngeri.

Soo Yeon datang ke rumah A Ro untuk menanyakan kabar oraboni –nya yang baik, tampan manis dan akur itu. A Ro heran, dia tidak penasaran dengan kabar oraboni sendiri tapi malah menanyakan kabar oraboni –nya? A Ro mendesah, ia juga tidak mengetahui kabarnya.

“Kenapa kau mendesah? Orang akan berpikir kalau kau mengirim suamimu.”

“Ada sesuatu yang tidak bisa aku berikan padanya. Itu yang mengganggu pikiranku.” Ujar A Ro.

Joo Ki berada di rumah Hwarang, dia mencicipi makanan layaknya seorang ahli. Juru masaknya sampai marah dan bertanya siapa dia. Joo Ki dengan ngeri mengatakan kalau dia adalah teman instruktur disini. Ia memberitahukan jika makanannya terasa asin.


Teman sekamar rupanya harus duduk di meja yang sama. Ban Ryu marah karena Sun Woo duduk di meja yang sama dengan mereka. Ia menumpahkan sup –nya di makanan Sun Woo, bukankah pertani makan dengan cara begini?

“Apa tuan Bangsawan ini menjadi gila setelah dipukuli petani?”

Ban Ryu tersinggung, ia membalas Sun Woo dengan membahas adiknya yang menjadi gadis pencerita.

Beberapa orang risih mendengar ocehan Ban Ryu salah satunya Han Sung. Teman semejanya yang langsung menyindir Han Sung, apa dia ingat dengan saudaramu? Han Sung diam tanpa memberikan jawaban.

Ban Ryu semakin menjadi, ia mengajak Sun Woo untuk datang ke Okta bersama saat keluar dari rumah Hwarang. Ia akan membayarnya untuk bercerita, mereka juga bisa bermain dengan adiknya. Ji Dwi berbisik pada Sun Woo, kalau dia terus berada disini maka Ban Ryu akan semakin mencabiknya.

“Kakaknya menutupi rahasia adiknya..” ujar Ban Ryu. Ucapannya terhenti karena Sun Woo bangkit membanting sendoknya, ia pun pergi dari sana.

Joo Ki khawatir melihat pertengkaran mereka, ia pun melapor pada Ui Hwa jika rumah Hwarang sungguh berantakan. Ui Hwa menganggapnya remeh lagipula ini barulah awal. Joo Ki semakin khawatir dan meninggikan suaranya, ini akan menjadi suatu yang besar. Ini akan menjadi masalah besar.

Ui Hwa mengikuti nada suara Joo Ki, ia memerintahkannya untuk menggaruk punggungnya.

Hwarang berkumpul di aula, Ban Ryu sengaja duduk disamping Sun Woo. Ia kembali melanjutkan ocehan sebelumnya dan mempertegas bahwa apa yang ia ucapkan adalah sebuah kebenaran. Kalau ia ingin memulainya maka ia akan memulainya. Apakah dia salah?

“Tidak. Aku hanya akan mengabaikanmu supaya kau tidak memulainya.”

Ban Ryu berkata kalau ia akan membawa Sun Woo turun. Sun Woo jadi heran, kenapa dia menargetnya?

Alasannya sangat logis: Pertama, Ban Ryu tidak suka karena Sun Woo diangkat menjadi Hwarang karena Ratu. Dua, jika dia membuat masalah dengan anak-anak lain maka semuanya menjadi rumit karena keluarga akan ikut campur dan itu tidak berlaku dengan Sun Woo. Ketiga, ia dengar kalau adik Sun Woo cukup bagus.. untuk dijadikan selir.

Sun Woo terpancing emosi dan berniat menghantamnya. Tapi Ji Dwi datang duluan, ia menarik baju Ban Ryu dengan emosi. Sun Woo menarik Ban Ryu dan benar-benar memukulnya dengan keras kali ini.

Ban Ryu senang, ia menunjuk Sun Woo yang telah memulai perkelahian lebih dulu. Soo Ho juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Ban Ryu, ia pun memukulnya lagi hingga ia terjatuh. Perkelahian antara dua kubu kembali terjadi, aula pun menjadi kacau balau.

Yeo Wool menyingkir memperhatikan mereka sambil kipas – kipas senang. Tontonan gratis untuknya.

Tak berselang lama, Ui Hwa dan Penjaga Asrama datang. Berhenti!


Ui Hwa mengumpulkan mereka ke halaman. Mereka telah menyebabkan kekacauan. Ia bertanya siapa yang telah memulai kekacauan ini? Tidak ada seorang pun yang mau mengaku.

“Aku.” Aku Sun Woo tegas.

A Ro memperhatikan obat oles dihadapannya “Saat bersamanya aku merasa aman dan bahagia. Melihat dia membuatku menangis. Aku merasa kosong ketika dia tidak berada di dekatku. Inilah yang disebut keluarga, kan?”

Soo Yeon jadi heran sendiri, omong kosong apa yang A Ro katakan? Saudara hanya membuatnya sakit kepala kalau bersama-sama. Dia tidak bisa menahan rasa sakit kepalanya kalau bersama kakaknya. Dia mengencani semua teman perempuannya kecuali A Ro.

“Lalu apa yang aku rasakan?”

“Cinta. Kau selalu bercerita kisah cinta sepanjang waktu. Kenapa kau tidak tahu?”

A Ro tidak percaya, bagaimana itu namanya cinta? Tidak mungkin ia mencintai kakaknya sendiri.

Tiba-tiba Joo Ki datang menemui A Ro dengan panik, ia mengajaknya untuk pergi ke rumah Hwarang. A Ro heran, bukankah wanita tidak boleh masuk kesana? Joo Ki menjelaskan jika A Ro datang kesana sebagai tabib.

BAGIAN 2

-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Hwarang Episode 6 Bagian 1"

  1. ditunggu part 2nya eonni ,😃

    ReplyDelete
  2. Makin seru ceritanya,lanjut part 2 kak😀

    ReplyDelete
  3. Seru banget. Hansung disini banyak adegannya>< semangat kaa!!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR