SINOPSIS Hwarang Episode 7 Bagian 1

SINOPSIS Hwarang Episode 7 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2

Ji Dwi melepaskan ciumannya dan berniat kembali mencium A Ro. Sontak A Ro menggunakan dahinya untuk menyundul kepala Ji Dwi. Pintu terdengar berdecit, A Ro buru-buru membungkam mulut Ji Dwi. Itu kakaknya, kalau sampai ketahuan Ji Dwi bisa mati.

Sun Woo masuk ke ruang obat, tidak ada siapapun disana. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan ruangan. A Ro lega, dia buru-buru berlari meninggalkan ruang obat setelah yakin Sun Woo pergi.

Selepas kepergian A Ro, Sun Woo mundul disana. Rupanya dia tidak pergi dan bersembunyi dibalik pagar. Ia bertanya pada Ji Dwi, apa yang telah mereka lakukan?

“Memangnya kenapa? Kau bertanya sebagai seorang kakak?”

Sun Woo memukul wajah Ji Dwi, ia memperingatkan supaya jangan mendekati A Ro lagi. Jangan menatapnya dan jangan bicara dengannya. Sun Woo menolak, ia tidak bisa melakukannya karena dia menyukai adik Sun Woo.


Sun Woo pergi menemui A Ro. A Ro tergagap panik saat bicara dengan Sun Woo, wajahnya menjadi pucat dan penuh keringat dingin. Sun Woo menatapnya diam, ia memberikan sapu tangan dan memintanya mengelap keringat didahinya.

Semuanya terasa baru bagi Sun Woo. Dirinya tidak pernah merasa ragu selama hidupnya tapi A Ro sudah membuatnya berhenti sejenak sebelum melakukan sesuatu. Berikan sedikit waktu dan Sun Woo berjanji akan menjadi kakak yang sesungguhnya untuk A Ro.

Ji Dwi masih merenungkan kembali kata “Raja” yang digambarkan oleh A Ro. Anak burung yang terjatuh dari sarangnya tapi sang induk tak mau menolongnya.

Joo Ki kembali mengantarkan A Ro pulang meskipun A Ro mengatakan bisa pulang sendirian. Joo Ki rasa dugaannya benar kalau Sun Woo memang tidak mengenal sifat adiknya, dia rela melakukan apapun demi perak tapi dia tidak mendengarkannya. A Ro terkejut, apa jangan-jangan kakaknya yang menyuruh Joo Ki mengantarnya?

Joo Ki membenarkan. Tapi masih ada yang mengganjal dalam pikirannya, apakah Sun Woo memang benar-benar kakaknya? Sebelumnya dia mengatakan kalau kalungnya itu adalah milik temannya.

“Apa yang kau katakan?” tanya A Ro tidak percaya.


Ui Hwa menegur Sun Woo yang berjalan tengah malam sendirian. Bukankah dia sudah memperingatkan supaya tetap bersama teman sekamarnya? Sun Woo memintanya untuk melepaskannya kali ini. Dia bukan dalam suasanan hati yang bagus.

Anak kasar! Ucap Ui Hwa. Dia mendengar kalau Sun Woo punya panggilan Dog-bird dan dia juga seorang anak setengah bangsawan. Sejujurnya, Ui Hwa menyukai Sun Woo. Setiap kali dia menatap lawan, matanya terlihat berkilat penuh kemarahan yang membutakan. Dia juga pendek akal. Seseorang sepertinya akan menyenangkan untuk di didik.

Ui Hwa tertawa. Tapi tawanya langsung lenyap karena kail yang dilemparnya ke kolam dimakan oleh ikan.


Keesokan harinya, orang yang sekamar dengan Sun Woo mendapatkan hukuman. Mereka menggotong tandu yang ditumpangi oleh Ui Hwa sebagai pemanasan. Ui Hwa menyindir Sun Woo “Teman sekamar itu adalah sebuah kesatuan. Dan ada seseorang yang berkeliling tengah malam sendirian. Itu sudah tidak bisa dikatakan lagi, bukankah begitu Dog-bird?”

Ban Ryu ngomel-ngomel kesal. Soo Ho juga kesal tapi dia menyuruh mereka untuk menjaga keseimbangan. Ia akan membuat perhitungan pada Sun Woo juga nanti.

“Pa Oh akan terkejut kalau menyaksikan ini.” Gumam Ji Dwi.


Ui Hwa membawa anak didiknya ke bukit, menatap matahari jingga yang baru terbit.

“Sebagai anggota dari Hwarang Silla, seperti matahari, ada perbaharuan setiap hari dan bersemangat setiap hari. Bakar semua prasangka dan kesombongan. Kau harus terlahir kembali.”

Saat mencuci, Ban Ryu melemparkan cuciannya dihadapan Sun Woo. Karena dia sudah membuat mereka semua dihukum, maka dia harus mencuci bajunya. Soo Ho cuma bisa berdecak karena sikap kasarnya yang tidak pernah berubah. Tapi, apa Sun Woo juga akan mencucikan bajunya?

Sun Woo cuma diam. Soo Ho akhirnya bertanya, kenapa Sun Woo pergi malam-malam sendirian?

Sun Woo menghela nafas dalam menatap Ji Dwi. Ia bertanya pada Soo Ho “Kau juga punya adik perempuan kan?”


Ketika membuka pintu, A Ro dikejutkan dengan kedatangan Ji Dwi. Ia buru-buru menutup pintu lagi tapi Ji Dwi lebih sigap menahannya. Dia bertanya apakah A Ro semalam tidur nyenyak? Sepertinya ia tetap bisa tidur dengan nyenyak, kalau Ji Dwi sendiri tidak bisa sama sekali.

“Ada apa kau kemari?” tanya A Ro diam-diam meraih jarum akupuntur.

“karena kita ciuman semalam.”

Ahh.. A Ro menduga jika Ji Dwi cukup naif tapi bagi wanita itu tidak.. Dia tidak mau menjelaskan lebih panjang. Tapi dia akan memaafkan jika Ji Dwi meminta maaf sekarang.


Ji Dwi mendekati A Ro, dia tidak merasa melakukan kesalahan. Baiklah, jika memang bagi Ji Dwi itu bukan kesalahan maka A Ro akan menanggapnya sebagai kemarahan anak kecil. Dia yakin kalau Ji Dwi tidak mengenalnya dengan baik, tapi kalau dia sedang menjadi dirinya sendiri maka Ji Dwi sudah mati. Lupakan, anggap saja kejadian diantara mereka tidak pernah terjadi.

Ji Dwi mengambil langkah mendekat pada A Ro. A Ro mengancam akan mengakupunturnya supaya kajantanannya tidak berguna lagi.

Keduanya semakin dekat. A Ro dengan cepat menancapkan jarum akupuntur dan membuat Ji Dwi tidak bisa bergerak beberapa saat. Sekali lagi dia mengancamnya supaya dia tidak dekat-dekat atau ia akan benar-benar mengakupuntur titik kejantanannya.

A Ro bertemu dengan Seo Yeon. Dia meminjam 20 perak padanya untuk melunasi hutangnya pada pria yang jahat, kejam dan menyebalkan. Seo Yeon rasa hampir semua kreditor seperti itu kelakuannya.


Aku tidak pernah ragu sebelumnya tapi kau selalu menghentikanku. Itu terdengar seperti orang yang khawatir padaku kan?” tanya A Ro.

“Itu orang yang meminjamimu perak?”

“Ini bukan orang yang sama.”

Seo Yeon menyuruh A Ro tidak memperlajari cinta melalui teks saja. Bukankah kebanyakan orang akan menyebut kata-kata itu sebagai ungkapan cinta? A Ro menyangkalnya, dia yakin kalau orang itu mengkhawatirkannya karena kreditor itu.


Sun Woo curhat tentang kegalauan hatinya dan meminta Soo Ho menunjukkan bagaimana perlakuan seorang kakak pada adik perempuannya. Soo Ho pikir cinta antara saudara tumbuh dengan adanya kekerasan satu sama lain. Kalau dia melihat adiknya dari kejauhan.. Soo Ho memperagakan dengan berlari kemudian merangkul dan menahan leher adiknya dengan lengan.. Tetap kunci leher adiknya sampai adiknya menyerah.

Sun Woo pun memperagakan apa yang di ajarkan oleh Soo Ho.

Selanjutnya, Soo Ho juga mengajarkan supaya Sun Woo memerintah adiknya melakukan apapun saat pulang ke rumah nanti.


“Apa kau yakin kalau kau dekat dengan adikmu?” tanya Sun Woo.

Ayolah.. Soo Ho yakin adik mereka lebih kuat dari apa yang mereka bayangkan. Dan seorang kakak juga bertanggung jawab untuk melatih adiknya supaya lebih kuat. Kalau tidak melakukannya, bagaimana bisa adiknya bertahan didunia yang kejam ini ketika dia tidak bisa melindunginya lagi.

Sun Woo merasa alasan Soo Ho cukup masuk akal. Tapi dia masih bingung bagaimana cara melakukannya tadi?

BAGIAN 2


-oOo-

7 Responses to "SINOPSIS Hwarang Episode 7 Bagian 1"

  1. Aq udh ntn ep 7, tp tetap baca sinopsis mbk juga...trims, ohya...cerita ini menarik, menghibur, lucu, end...aq suka interaksi V dan yeol...
    ,hehehe....

    ReplyDelete
  2. Aq udh ntn ep 7, tp tetap baca sinopsis mbk juga...trims, ohya...cerita ini menarik, menghibur, lucu, end...aq suka interaksi V dan yeol...
    ,hehehe....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR