SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 14 Bagian 2

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 14 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS


Joon Jae membesuk Sekretaris Kim, ia meminta maaf karena jarang mengunjunginya. Ia ingin menceritakan sebuah kisah yang tidak masuk akal. Dahulu kala, Ahjussi adalah temannya dan selalu berada disisinya. Tapi kali ini, Ahjussi terlahir lebih awal sehingga bisa bersamanya semenjak ia masih kecil.

Dia berjanji akan menemukan pelaku yang telah menyebabkan kecelakaan untuk Sekretaris Kim. Ia menunjukkan foto Ma Dae Young dan memintanya mengedipkan mata dua kali jika pelakunya adalah orang didalam foto.

Sekretaris Kim berkedip dua kali.

“Apa menurutmu ada seseorang yang kau kenal berhubungan dengan Ma Dae Young?”

Sekretaris Kim kembali mengedipkan matanya dua kali.


“Joon Jae?” tegur Chi Hyun didepan pintu. Mereka berdua pun akhirnya duduk bersama di ruang tunggu rumah sakit. Chi Hyun menduga kalau Joon Jae kaget saat menerima telfon darinya ketika mabuk.

“Kau berkata kau akan melindungi ibumu, dan melindungi ayahku. Apa itu hal yang kau katakan karena kau mabuk?”

Chi Hyun berlagak lupa dan bilang sangat sangat mabuk saat itu. Joon Jae kemudian bertanya bagaimana kesehatan ayahnya. Chi Hyun mengatakan jika kondisi ayahnya baik-baik saja dan sedang melakukan perjalanan bersama teman-temannya.

Dan mungkin Joon Jae akan segera mengetahui jika.. seluruh aset perusahaan telah diwariskan kepada dirinya dan ibunya. Sebelumnya Chi Hyun sudah meminta Ayah untuk memikirkannya lebih dulu tapi dia tetap melakukannya. Mungkin dia sedih karena pertemuan Ayah dan Joon Jae terakhir kali.


Joon Jae sempat menyipitkan matanya mendengar cara bicara Chi Hyun yang terlalu manis dan ramah. Ia pun tersenyum sinis dan bertanya apa dia selalu seramah ini pada setiap orang? Dia tidak perlu menjelekkan ayahnya karena tanpa dijelek-jelekkan pun dia sudah membencinya. Kalau dia terus seperti ini, mungkin dia punya motif tersembunyi.

Ia pun bangkit dari tempat duduknya untuk pergi. Chi Hyun menanyakan kabar Chung secara tiba-tiba. Joon Jae heran, kenapa dia menanyakannya?

“Entahlah. Aku selalu memikirkannya. Aku ingin tahu bagaimana keadaan dia. Sampaikan salamku padanya, ya.”

“Kenapa aku harus melakukannya?”

Chi Hyun tersenyum menepuk lengan Joon Jae, kalau tidak mau ya tidak apa-apa. Joon Jae menjadi semakin curiga melihat tingkah Chi Hyun saat ini.

Shi Ah ingin memberitahukan kepada Joon Jae bahwa sebenarnya Ahjumoni dirumahnya adalah Ibu Joon Jae. Tapi dia belum siap melakukannya, ia gelojotan bingung saat ingin mengirimkan pesan.

Ahjumma datang ke kamar Shi Ah mengantarkan sarapan, Shi Ah buru-buru bangkit menyapanya. Dia memintanya untuk memanggilnya jika butuh apa-apa, dia dengan kalau Shi Ah sedang sakit. Shi Ah berbicara dengan formal dan sopan, ia memintanya tidak usah khawatir, dia masih punya tangan dan kaki untuk mengambilnya sendiri. Setelah makan ia juga akan membersihkan piringnya sendiri.

“Baiklah kalau begitu.” Jawab Ahjumma dengan canggung.

Entah jalan pikirannya bagaimana, Shi Ah tiba-tiba memeluk Ahjumma. Dia ingin melakukan ini sekali saja. Kontan Ahjumma tidak nyaman menerima pelukan Shi Ah. Shi Ah melepaskan pelukannya dengan canggung, ia meminta maaf.

Ahjumma menemui Jin Joo memberitahukan bahwa Shi Ah mungkin sakit parah, dia bersikap aneh belakangan ini. Jin Joo sih tidak perduli lagian kapan Shi Ah bersikap normal. Ia pun sibuk menelfon nomor Seo Hee tapi tidak tersambung terus. Ia menggerutu sebal.

Ahjumma bertanya dengan hati-hati “Anak kandungnya Ketua Heo? Apa kau tahu sesuatu tentang anak itu?”

Jin Joo sempat heran karena Ahjumma penasaran dengan hal itu tapi anak yang mengurus semua perusahaan adalah anak dari Seo Hee. Anak kandungnya kabur sepuluh tahun yang lalu dan tidak ada yang mengetahui tentang dia.

Ahjumma terkejut, jadi anak itu kabur? Dia tidak sekolah diluar negeri? Jin Joo tidak tahu pasti tapi sepertinya begitu. Dia rasa Ketua Heo tidak cukup pintar, bagaimana bisa dia menelantarkan anaknya sendiri dan mendedikasikan dirinya demi anak orang lain. Meskipun menyukai wanita, teganya dia menelantarkan anaknya sendiri.

Ahjumma terus tertunduk menahan tangisnya, kenyataan yang menohok perasaannya saat tahu putranya sudah ditelantarkan begitu. Dia pun pamit untuk pergi sebentar. Jin Joo melarangnya karena sebentar lagi anak-anak mau pulang dan harus makan siang.

Shi Ah buru-buru pasang badan, dia yang akan menggantikannya. Ahjumma akhirnya bisa pergi dan Jin Joo merutuk sebal. Shi Ah yakin kalau Ahjumma punya urusan mendesak, dan sekarang tidak jaman lagi memanggil seorang pembantu dengan sebutan Ahjumma.

“Aku harus memanggilnya Ahjumma, ahjumma. Aku harus memanggilnya apa kalau begitu?”

Shi Ah menyarankan supaya memanggilnya dengan Ibu. Jin Joo mengejek heran, umurnya terlalu tua untuk memanggil Ahjumma dengan sebutan Ibu.

Lebai Shi Ah mengibaratkan bahwa Ibu adalah makan bersama dan tidur di atap yang sama. Mempersiapkan makan dan mencucikan bajuku.. hah?.. Sontak Shi Ah menjerit sebal dengan dirinya sendiri karena membiarkan Ahjumma mencucikan bajunya.


Ahjumma mendatangi rumah Ketua Heo. Setibanya di depan gerbang, dia teringat masa lalunya saat pertama kali dia keluar dari rumah itu. Pada saat yang bersamaan, Seo Hee juga baru datang dengan membawa Chi Hyeon.

Dia menyuruh Chi Hyeon masuk duluan dan menyapa ayahnya sementara dia bicara berdua dengan Ahjumma. Dengan senyum picik Seo Hee pura-pura menyesal bahkan mengklaim kalau dia tak sengaja melakukannya. Ahjumma dengan lugunya mempercayai omongan Seo Hee dan menitipkan Joon Jae pada Seo Hee.

Seo Hee mengingatkan Ahjumma tentang peringatan 'suaminya' agar Ahjumma tidak menampakkan diri di depan 'Urri Joon Jae' sampai dia dewasa, dengan alasan agar Joon Jae terbiasa dengan keluarga barunya. Sambil menggenggam tangan Ahjumma, Seo Hee meyakinkan Ahjumma kalau dia akan membesarkan Joon Jae dan mencintainya layaknya anaknya sendiri.


Sekarang, Ahjumma menabahkan dirinya sebelum memencet bel pintu rumah itu. Seo Hee kesal saat melihatnya melalui interkom. Dia tetap mengizinkan Ahjumma masuk tapi sama sekali tak ada keramahan dalam sambutannya.

Saat Ahjumma menuntut keberadaan Joon Jae, Seo Hee dengan entengnya bertanya balik, Joon Jae kan anaknya Ahjumma jadi kenapa Ahjumma malah menanyakan keberadaan Joon Jae kepadanya? Dia mengklaim tidak bersalah atas perginya Joon Jae dari rumah ini karena Joon Jae sendiri yang melarikan diri sejak dia SMA dan suaminya juga tidak pernah berusaha mencari Joon Jae.


"Kalau bilang kau akan membesarkannya dengan baik!"

"Rencananya begitu. Tapi apa yang bisa kulakukan jika dia keluar dari rumah?"

"Karena itukah kau tidak mengizinkannya bertemu denganku? Untuk membuat putraku, suamiku dan posisiku menjadi milikmu?"

Seo Hee dengan liciknya mengingatkan Ahjumma untuk tidak berpura-pura jadi orang baik. Ahjumma sendirilah yang memutuskan untuk menyerah dan pergi meninggalkan anaknya. Dia berbeda dari Ahjumma, dia tidak akan pernah menyerah apalagi meninggalkan anaknya. Ahjumma lah yang bodoh karena terlalu menuruti omongannya untuk tidak menemui Joon Jae.

"Kang Ji Yeon!"

Seo Hee langsung marah mendengarnya, "Namaku Kang Seo Hee."

"Tidak, namamu Kang Ji Yeon. Putraku, akan kutemukan dia dan akan kubawa dia kembali ke tempatnya yang sebenarnya. Kau juga, akan kukembalikan kau ke tempat asalmu"

Ahjumma pun pergi. Seo Hee kesal dan langsung menelepon anteknya.

Ahjumma berjalan linglung tanpa menyadari mobil yang diam-diam mendekatinya dan mulai mempercepat lajunya saat dia semakin mendekati Ahjumma. Untunglah Chung datang tepat waktu dan menarik Ahjumma ke pinggir.

Chung sama sekali tidak ada pikiran buruk tentang si pengemudi mobil itu dan menasehati Ahjumma untuk berhati-hati, dia bilang seperti itu. Ahjumma bertanya siapa yang Chung maksud dengan dia. Chung hanya berkata kalau 'dia' adalah orang yang dia sukai.

Chung menemui Ahjumma ternyata karena mereka sudah janjian untuk belanja bareng. Mereka pun pergi tanpa menyadari si pengemudi yang melihat mereka dari kejauhan. Tapi tiba-tiba Tae Oh muncul dan memotreti wajah di pengemudi. Si pengemudi itu pun langsung kabur.


Ah, ternyata Tae Oh membuntuti Chung atas perintah Joon Jae. Dalam flashback, Joon Jae menyuruh Tae Oh membuntuti Chung tapi dia tidka boleh sampai ketahuan. Tae Oh tentu saja menerima tugas itu dengan senang hati.

Di supermarket, Ahjumma mengajari Chung cara memilih buah dan ikan yang masih segar. Tapi Chung berkata kalau ikan-ikan ini tidak ada yang segar, dia tidak pernah menemukan ikan segar sejak dia datang kemari.

Ahjumma jadi mengira kalau kampung halaman Chung pasti dekat laut. Yah begitulah, jawab Chung. Mereka belanja dengan santainya tanpa menyadari Tae Oh yang memotreti mereka dan mengirimkan hasilnya pada Joon Jae.

Tapi Tae Oh hanya memotret bagian punggung Ahjumma hingga Joon Jae tidak bisa melihat wajahnya. Tapi ada satu foto yang memperlihatkan sisi wajah Ahjumma, Joon Jae berusaha memperhatikan foto itu baik-baik tapi pada akhirnya dia tetap tidak bisa mengenalinya.

Joon Jae sedang berada di kantor polisi saat itu dimana Detektif Hong memperlihatkan laporan medisnya Ma Dae Young. Detektif Hong bertanya apakah Joon Jae pernah mendengar seorang wanita bernama Kang Ji Yeon. Wanita itu adalah satu-satunya wanita yang pernah berhubungan dengan Ma Dae Young, tapi saat ini keberadaannya tidak diketahui. Dia curiga kalau Dae Young dan wanita itu punya seorang anak.

Joon Jae mengaku tidak pernah mendengar tentang wanita itu. Tapi dia menduga kalau wanita dan anaknya itu mungkin yang membantu Dae Young melarikan diri. Dia lalu meminta laporan itu diserahkan padanya, Nam Doo lebih ahli dalam mencari orang ketimbang polisi.

Tersinggung, Detektif Hong langsung menggulung laporan itu dan mengayunkannya ke kepala Joon Jae dengan kesal. Tapi dia tidak sampai memukul Joon Jae dan akhirnya hanya bisa menggerutu sebal karena harus berhubungan dengan penipu.


Teringat dengan mimpinya di jaman Joseon saat Detektif Hong menjadi prajurit istana yang membantunya, Joon Jae mendadak berubah sikap memuji-muji Detektif Hong. Detektif Hong langsung menampik tangan Joon Jae, memangnya mereka teman apa? Joon Jae tertawa dan beralih melihat laporan medisnya Dae Young, tapi langsung kaget saat mengenal nama Dokter Jin.


Dia dan Detektif Hong langsung pergi menemui Dokter Jin yang mengakui kalau Dae Young memang pasiennya. Saat ditanya apakah Dae Young pernah datang belakangan ini, Dokter Jin berbohong menyangkalnya. Tapi Joon Jae melihat kebohongannya saat dia memperhatikan Dokter Jin menggerak-gerakkan jarinya.

Chung mengantarkan Ahjumma pulang dan mengenali rumah itu sebagai rumahnya Si Ah. Sekarang dia mengerti, rencana mereka gagal waktu itu karena itu adalah rumah Si Ah. Chung lalu pamit. Tae Oh memotret punggung Ahjumma lagi saat Ahjumma masuk rumah.

Tapi saat dia hendak mengikuti Chung, Si Ah tiba-tiba muncul menghalanginya. Lagi-lagi salah paham, mengira Tae Oh begitu tergila-gila padanya sampai memotreti rumahnya. Bahkan dengan pedenya menegaskan bahwa dalam hatinya tidak ada ruang untuk Tae Oh.

Tae Oh berusaha menjelaskan bahwa ini tidak seperti yang Si Ah kira, tapi Si Ah tidak mau mendengarnya dan terus mencegahnya pergi hingga membuat Tae Oh kehilangan jejak Chung.

Si Ah mengibaskan rambutnya dengan lebay, ia mengira kalau dia sudah kelewatan bersikap pada Tae Oh.
Ditempat lain, Chung menerima telfon dari seseorang. ia mengangkatnya girang mengira kalau itu telfon dari Joon Jae tapi ternyata bukan. Chi Hyun -lah yang menelfonnya dan dia sudah berdiri tidak jauh dari sana menantinya. Chi Hyun meraih belanjaan Chung dan mengajaknya makan bersama. Chung pun mengikutinya tanpa sedikitpun menaruh tanda tanya.

Saat mereka hendak pergi, Joon Jae menyuruh Detektif Hong menunggunya di mobil dengan alasan ada yang perlu dia tanyakan pada Dokter Jin. Pada Joon Jae lah Dokter Jin mengaku jujur kalau Dae Young memang datang kemarin.

Dia datang untuk melakukan terapi yang sama dengan Joon Jae. Tapi dalam sesi terapinya, Dae Young berkata bukan dia yang membunuh Dam Ryung dan Se Hwa. Dokter Jin juga tak tahu siapa karena Dae Young tidak memberitahunya.

"Aku sudah bilang padamu. Kau tidak akan bisa mengubah takdir semudah itu. Bahkan sekarangpun. Kembalikan orang itu ke tempat seharusnya dia berada."

Joon Jae tak menjawab dan hanya meminta Dokter Jin untuk menghubunginya jika Dae Young kembali kemari. Tepat saat itu, Joon Jae mendapat pesan permintaan maaf dari Tae Oh yang gagal membuntuti Chung.

Cemas, Joon Jae terus menerus mendesak Detektif Hong untuk ngebut dan mengancam Detektif Hong untuk bertanggung jawab jika sampai terjadi sesuatu pada Chung. Dia makin cemas saat Chung tidak menjawab teleponnya.

Saat dia ke toilet, Chi Hyeon melihat ponselnya Chung berbunyi tapi dia langsung mematikannya sebelum Chung kembali.

Makanan datang saat Chung kembali dan dengan antusias menanyakan bagaimana Chi Hyeon memakan makanan itu dengan sausnya. Dicelup atau dituang? Chi Hyeon memilih dicelup. Chung berkata kalau dia juga begitu tapi Joon Jae lebih suka dituang hingga membuat mereka sering bertengkar karenanya.

Chi Hyeon langsung kecewa mendengar Chung menyebut-nyebut nama Joon Jae. Dia lalu bertanya berapa lama Chung tinggal bareng Joon Jae dan apakah mereka hanya tinggal berdua saja. Chung mengaku kalau mereka tinggal bersama teman-temannya Joon Jae juga. Chi Hyeon lega dan senang mendengarnya.



Dae Young teringat dengan mimpinya di jaman Joseon. Ternyata tombak yang ditembakkan Bangsawan Yang meleset. Ada orang lain di sebelahnya, seseorang yang memakai cincin. Orang misterius itu lah yang melempar tombak ke air tepat ke arah Se Hwa tapi Dam Ryung terjun saat itu hingga tombak itu pun mengenainya.


Joon Jae tiba di rumah malam harinya bertepatan dengan Chung yang pulang diantarkan Chi Hyeon. Joon Jae langsung merebut tas belanjaan Chung yang dipegang Chi Hyeon dan menyeret Chung masuk.


Joon Jae masih tidak mau bicara dengan Chung. Nam Doo pura-pura bersimpati padahal dia jelas senang melihat Chung dan Joon Jae perang dingin. Chung heran, Joon Jae marah karena karena dia bertemu hyung-nya tadi. Nam Doo kaget dan tak senang mendengarnya, dia saja belum pernah bertemu keluarganya Joon Jae.


Saat hendak tidur, Chung tiba-tiba merasa sakit di jantungnya. Joon Jae masuk kamarnya saat itu dan mendengar Chung membatin, "ada apa ini? Apa karena sudah cukup lama aku tidak masuk ke air? Aku harus bagaimana?"



Keesokan harinya, Joon Jae memastikan keamanan rumah terjamin lalu ngotot memaksa para pria keluar dari rumah dan hanya boleh pulang malam harinya. Mereka akhirnya keluar sendiri-sendiri. Tapi Nam Doo tiba-tiba berpaling kembali ke rumah dengan curiga.

Merasa sudah aman, Chung pun terjun ke kolam. Dia tengah menikmati renangnya saat tiba-tiba saja dia melihat Nam Doo memperhatikannya dari pinggir kolam. Chung langsung terdiam gugup.

Nam Doo semakin mendekati kolam sambil keheranan melihat Chung berenang di tengah udara sedingin ini dan tak sengaja kakinya tersandung ujung kursi. Tapi saat itulah dia melihat ekor ikannya Chung. Omaigat!

Awalnya dia mengira itu cuma kostum... sampai saat dia mulai teringat semua keanehan yang dia temukan dalam diri Chung. Mulai dari kakinya Chung yang sembuh dengan begitu cepat hingga banyaknya mutiara yang dimiliki Chung.

Chung dengan tenang meminta Nam Doo mengambilkannya kimono. Chung keluar dari kolam dan membuat Nam Doo semakin terperangah saat melihat ekor ikan Chung tiba-tiba berubah jadi kaki manusia. Nam Doo langsung mengoceh kalau dia harus melaporkan masalah ini ke FBI atau semacamnya.

"Apa kau akan memberitahu Heo Joon Jae?" tanya Chung sambil mendekati Nam Doo.


Nam Doo sontak mundur dan berkata itu tergantung jawaban Chung. Dia lalu melontarkan berbagai pertanyaan tentang ekor ikannya yang berubah jadi kaki manusia dan apakah mutiara miliknya itu adalah air matanya.

Saat Chung mengiyakan semuanya, Nam Doo langsung meminta bukti dengan menyuruh Chung menangis. Tapi Chung tak bisa menangis. Nam Doo tak memaksa, tapi dia senang bukan main menyadari mereka akan punya banyak uang dari air mata Chung.

"Sekarang aku sudah menjawab, jadi kau tidak akan memberitahu Heo Joon Jae, kan?"

Tapi Nam Doo tidak mau melakukan itu. Ini sebuah penemuan besar yang tidak boleh dirahasiakan. Mereka akan punya banyak uang. Bagaimana kalau mereka pergi ke Las Vegas dan membuat pertunjukan putri duyung dan melakukan world tour?

"Maksudmu kau akan menjualku, Jo Nam Do?"

Nam Doo menyangkal dan mengklaim kalau dia hanya merekomendasikan sebuah pekerjaan untuk Chung. Chung pura-pura menyetujuinya lalu mengulurkan tangan sebagai tanda kesepakatan.

Awalnya Nam Doo agak ragu, tapi akhirnya dia mempercayai Chung dan menjabat tangannya. Tapi seketika itu pula Chung menghapus ingatan Nam Doo tentang dirinya. Nam Doo mengernyit kesakitan, tapi sesaat kemudian yang dia ingat hanya keheranan karena Chung berenang di musim dingin.

Dia berjalan pergi dan tak sengaja kakinya tersandung ujung kursi lagi. Chung masih gelisah memikirkan reaksi Joon Jae jika Joon Jae melihat wujud aslinya. Chung pun memutuskan untuk mengembalikan ingatan Nam Doo hanya untuk menanyakan reaksi Joon Jae jika Joon Jae mengetahui jati dirinya.

Nam Doo mengklaim kalau reaksi Joon Jae akan jauh lebih buruk daripada reaksinya. Kalau Joon Jae mengetahui ini, dia mungkin akan melarikan diri. Kalau begitu dia tidak boleh ketahuan dong. Nam Doo dengan liciknya mengklaim kalau itu sudah terlambat karena dia sudah mengetahuinya.

Chung tersenyum, "Sebenarnya aku bertanya hanya untuk mengetahui apakah ini ak berhasil mengingat aku hanya pernah melakukannya sekali di dalam air. Tapi ternyata berhasil juga di luar air."

Nam Doo tidak mengerti apa yang Chung maksud. Chung menjabat tangan Nam Doo lagi, meminta maaf dan menghapus semua ingatannya lagi.


Saat mereka makan malam bersama, Nam Doo tidak bisa tenang memikirkan perasaan anehnya yang tidak bisa mengingat sesuatu. Chung gelisah, takut Nam Doo masih mengingatnya. Sepertinya dia tidak menghapus ingatan Nam Doo dengan baik.

Joon Jae mendengarkan pikirannya itu saat Nam Doo tiba-tiba mengklaim kalau dia teringat sesuatu. Chung langsung tegang. Nam Doo menunjuk ke arah kolam renang, tadi di sana... Chung... tapi sebelum dia sempat mengingat apapun, Joon Jae menempeleng kepalanya dan menyuruhnya makan saja.

Nam Doo terus menggerutu, bahkan sampai menaikkan kakinya yang terluka ke meja makan. Bagaimana dia tidak heran saat kakinya terluka seperti itu tapi dia bahkan tidak ingat bagaimana dia mendapat luka itu.

"Itu dementia karena alkohol. Karena itulah kontrol lah kebiasaan minummu!" omel Joon Jae.


Chung diam saja tapi dia memperhatikan tatapan tajam Joon Jae padanya. Setelah makan, Chung menyeret Joon Jae ke atas untuk mengkonfrontasi kemarahan Joon Jae padanya. Sampai kapan Joon Jae akan bersikap seperti ini? Tidak mau bicara dengannya bahkan tidak mau menatap matanya.

Joon Jae masih bersikeras menanyakan pertanyaan apa yang Chung lakukan jika terjadi sesuatu padanya. Tapi jawaban Chung juga tetap saja. Bahkan sekalipun Joon Jae menanyakannya ribuan kali, jawabannya akan tetap sama.

"Jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan bisa hidup."

"Kenapa?!"

Chung tak bisa mengutarakannya tapi dalam hatinya dia berkata, "jantungku hanya bisa berdetak jika kau mencintaiku. Jantungku memiliki batas waktu di daratan. Jika kau meninggalkanku atau meninggalkan dunia ini, jantungku akan berhenti berdetak. Jung Hoon mati juga karena itu. Jika orang yang dicintai pergi maka jantungnya akan mendingin, mengeras dan berhenti. Tanpamu, aku juga akan jadi seperti itu. Kecuali aku kembali ke laut, aku mungkin akan mati."

Mendengar itu, Joon Jae tak bisa lagi pura-pura tak mendengarnya pikiran Chung dan menuntut penjelasan Chung. Apa maksud Chung dengan jantungnya mengeras dan berhenti. Chung terkejut mendengarnya, sejak kapan Joon Jae bisa mendengar suaranya.

"Kau bilang kau akan mati."

"Sejak kapan kau mendengarnya?"


"Kenapa kau akan mati?!" bentak Joon Jae.

8 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 14 Bagian 2"

  1. Makin penasara aja siapakah pria misterius d mimpi dae young itu kok mirip chi hyeon ya,,,

    ReplyDelete
  2. Bak puji,, semangat y,, gambarx jg dbnyakin y๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
  3. Ternyata Chi Hyeon yang melempar tombaknya.. sudah ku duga..

    ReplyDelete
  4. Masih ga ngerti kapan dan gimana si ah tau ahjhuma ibunnya joon jea. Dan kapan chung janjian belanja sama ajahuma. Tolong dibantu jawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di episode berapa aku lupa, Shi Ah masuk ke kamar bibi untuk minta diambilkan makanan. Nah dia tanpa sengaja lihat foto keluarga Ahjumma. Ada Ketua Heo, dirinya dan putranya.

      Shi Ah awalnya ga ngerti, cuma ngelihat sekilas aja.

      Nah di epi 13. Shi Ah pergi ke kamar Joon Jae, dia melihat ada foto Joon Jae kecil bersama ibunya. Dia jadi ingat tuh foto yang di kamar Ahjumma. Dia motret foto di kamar Joon Jae terus membandingkannya dengan foto di kamar Ahjumma. Akhirnya dia tahu kalau Joon Jae dan Ahjumma adalah Ibu-anak.

      sedangkan scene Chung janjian sama Ibu memang ga ada sepertinya

      Delete
    2. Kayanya waktu ahjuma dtg kerumah joonjae sama shi ah, cung sama ahjuma janjian lain kali akan prgi brsama..

      Delete
  5. apa hanya aku yg kesal nontonnya? bukan greget tapi kok rasanya kesal banget ya

    ReplyDelete
  6. 70% yakin kalo yg nglempar tombak itu chi hyun๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก tae oh chagiya๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™ duh, mqkin imut sih kamu๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™
    semangat kakak nulis sinopsisnya๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^