SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Joon Jae membentak Chung, kenapa dia bilang dia akan mati? Chung enggan menjawab dan balik bertanya sejak kapan Joon Jae bisa mendengar suara batinnya?

“Dari awal sampai akhir. Semuanya.”                                                              
“Siapa aku, dan dari mana aku berasal? Kau mengetahuinya?”

Joon Jae membenarkan dan ia mengingat segalanya. Orang yang memayungi Chung saat hujan dan berandal yang memasakkan ramen adalah dirinya sendiri. Chung yang telah menyelamatkannya saat tenggelam di laut dan Chung adalah Putri Duyung yang menghapus ingatannya.


Setelah menjelaskan segalanya, Joon Jae menuntut penjelasan bagaimana bisa jantungnya berhenti? Apa semua itu benar? Dia.. akan mati?

Chung membenarkan. Seperti yang sudah ia dengar, ini bukanlah dunia –nya. Sejak ia memutuskan untuk tinggal di darat, Chung hanya punya jantung yang berdetak hanya untuk Joon Jae.

“Jadi maksudmu.. jika aku mati, kau juga akan mati?”

Benar. Jadi Chung meminta Joon Jae untuk tidak lagi memintanya mengucapkan janji bodoh semacam itu. Dia tidak akan bisa hidup bahagia dan menyaksikan hal indah sendiri tanpa Joon Jae disisinya.

Joon Jae terdiam mengingat ucapan Profesor Jin bahwa takdir buruk mereka bisa dihindari jika keduanya tidak saling mencintai. “Jadi Ma Dae Young bukanlah masalahnya. Aku mungkin yang akan membunuhmu kalau begitu.”

Chung mencoba meraih tangan Joon Jae memberikan penjelasan. Namun Joon Jae memilih mundur dan menghindarinya. Dia masih syok dengan takdir dan kenyataan pahit mereka berdua.

Joon Jae merenungkan kembali ucapan Profesor Jin yang menyuruhnya untuk berhenti dan mengirim kembali dia ke tempat asalnya. Nam Doo datang dan berkata apakah dia kembali bertengkar dengan Chung? Dia menangis. Kalau memang tidak bisa bertanggungjawab sampai akhir, lebih baik kalian sudahi...

“Kenapa semua orang menyuruhku untuk mengakhirinya? Aku belum melakukan apapun untuknya. Apa tidak ada yang bisa aku lakukan selain membuat dia menangis?” kesal Joon Jae.

Nam Doo bengong memperhatikan Joon Jae, lagipula dia yang membuat Chung menangis tapi kenapa dirinya yang kena marah.

“Hyung, Chung mencari karena keserakahannya. Tapi mengirim Chung pergi adalah keserakahanku.”

“Lalu kenapa kau bilang begitu?”

Ya. Meskipun Joon Jae tahu kalau itu adalah keserakahannya, tapi dirinya selalu mencari alasan untuk tidak mengirim Chung pergi. Tapi di satu sisi, jika semuanya terus begini maka sesuatu yang buruk akan terjadi.

Nam Doo sepertinya tidak mengerti apa maksud ucapan Joon Jae. Yang jelas, dia merasakan ada sesuatu yang terlupakan darinya tentang Chung. Sontak Joon Jae menggeplak kepalanya dengan keras. (biar amnesia sekalian XD)

Chung menangis terus sampai menciptakan banyak butiran mutiara. Namun setelah emosinya agak mereda, ia berfikir kembali jika selama ini Joon Jae sudah mengetahui rahasianya bahwa dirinya adalah Duyung. Tapi Joon Jae terus memperlakukannya dengan baik, membuat dia terhindar dari air bahkan ia pernah menciumnya karena Chung terus berfikiran negatif.

Chung memutuskan membuka pintu loteng dan ternyata Joon Jae sedang memperhatikan kamarnya.

Ia ingin mempertanyakan sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Sebelumnya, Nam Doo mengetahui indetitasnya dan mengancam untuk menjualnya demi uang. Lalu bagaimana dengan Joon Jae, dia telah mengetahui segalanya, apakah dia tidak takut atau membencinya?
“Apa itu penting sekarang?”

“Itu sangat penting untukku.”


Tentu saja, Joon Jae tidak takut ataupun membenci Chung. Chung bersyukur, Joon Jae tidak membencinya saja sudah membuat dia lega. Selama ini dia ketakutan membayangkan bagaimana ekspresi Joon Jae jika mengetahui identitasnya. Wajah ketakutan Joon Jae adalah mimpi terburuknya.

“Untukku, mimpi terburuk adalah jika semuanya kembali terulang.”

Semuanya kembali terulang? Chung tidak mengerti akan makna ucapan Joon Jae.

Joon Jae membawa Chung ke museum dan menunjukkan lukisan Dam Ryung. Chung terus menatapnya familiar. Joon Jae langsung berkata dengan bangga kalau Chung pasti berfikir dirinya lebih tampan. 

“Siapa dia?”

“Pria yang jatuh cinta pada Putri Duyung. Pria ini tenggelam dalam air ketika masih kecil. Putri Duyung menyelamatkannya, mereka berdua menghabiskan banyak waktu bersama dan jatuh cinta. Tapi si pria menikah dengan orang lain. Dia menikah saat malam pertamanya, Si Pria lari dari kamar pengantin wanita.”

Dam Ryung remaja menunggang kuda dan berlari ke lautan memanggil Se Hwa. Se Hwa belum juga muncul hingga akhirnya dia masuk dalam air membahayakan dirinya sendiri. Beruntung Se Hwa datang dan menyelamatkannya, ia membuat Dam Ryung lupa ingatan.

“Setelah waktu berlalu, mereka berdua kembali bertemu saat sudah dewasa. Dan hubungan mereka kembali terulang.”


Chung penasaran menanyakan apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya. Joon Jae menatap manik mata Chung dengan sedih mengingat akhir tragis bagi pasangan ini. Ia terdiam beberapa saat.

Entah bayangan atau Flashback, Dam Ryung menemui Se Hwa yang sibuk merangkai bunga. Ia membawakan buah kesemek kesukaannya. Se Hwa heran melihat topi Dam Ryung dipenuhi salju, apa diluar sudah turun salju?

Dam Ryung membimbing Se Hwa menuju ke jendela, salju turun dengan indahnya hari ini. Mereka berdua menikmati pemandangan hujan salju dengan bahagia.

Joon Jae berkata “Mereka berdua hidup dengan bahagia. Tidak sakit ataupun terluka. Punya banyak anak dan merawat mereka dengan baik. Bahagia selamanya dan menua bersama.”

Chung paham namun entah kenapa cerita bahagia yang diucapkan Joon Jae membuat air matanya menetes.

Joon Jae pun mengajak Chung ke tempat lain dan melihat vas bunga bergambar seorang pria modern berciuman dengan duyung. Dia yakin kalau Dam Ryung bermimpi tentang dirinya dan Chung. Sekarang Chung jadi terheran-heran, bukankah berarti itu mimpi yang indah? Dia takut mimpi yang indah terulang kembali?

Joon Jae mencari-cari alasan, situasi sekarang kan sudah berbeda. Hati seseorang bisa berubah dengan sangat mudah. Bukankah Chung bilang hatinya hanya bisa berdetak jika bersamanya? Sedangkan dirinya bukanlah Dam Ryung dan ia tidak yakin dengan hatinya sendiri. Itulah kenapa pasangan lovey dovey bisa putus begitu saja dan pasangan menikah bisa bercerai.


Jadi itu yang kau takutkan? tanya Chung menatap tajam mata Joon Jae. Joon Jae mengiyakan tapi kenapa Chung masih tetap menatapnya tajam. Chung merasa segalanya tidak adil, dia tidak bisa mendengar pikiran Joon Jae tapi Joon Jae bisa mendengarkan pikirannya.

“Kenapa kau perlu mendengar suara hati dari seseorang yang hanya bisa mengatakan kejujuran?” ucap Joon Jae lupa diri (dia kan penipu) “Jangan mengumpat. Aku bisa mendengarnya loh.”


Ahjumma mencoba menghubungi nomor Istri Sekretaris Nam tapi tidak bisa. Ia menjadi gusar. Tanpa disadarinya, tidak jauh dari sana ada seorang yang terus memperhatikan gerak-geriknya dari dalam mobil.

Bagian 2




1 Response to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^